Iran Bantah Klaim Trump Soal Kematian Khamenei
Klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan AS-Israel dibantah oleh Teheran.
Trump menulis di media sosial pada Sabtu, 28 Februari 2026, bahwa "Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas," tanpa memberikan bukti.
Pihak Iran menyatakan bahwa pemimpin mereka dalam keadaan aman. Trump mengklaim bahwa Khamenei tidak dapat menghindari sistem intelijen dan pelacakan canggih Amerika Serikat. Kerja sama erat AS dengan Israel disebut Trump membuat pemimpin Iran dan sejumlah pejabat lain tidak dapat meloloskan diri.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kepada media AS bahwa pemimpin tertinggi mereka aman, tetapi tidak memberikan bukti untuk mendukung bantahan tersebut.
Sebelumnya, kantor berita Rusia Sputnik melaporkan bahwa Wakil Presiden Iran, Mohammad Jafar Ghaempanah, menyatakan Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi sehat setelah serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu. Ghaempanah menulis di platform X, "Terlepas dari serangan pengecut rezim Zionis dan Amerika Serikat selama perundingan berlangsung, Pezeshkian berada dalam kondisi kesehatan yang sepenuhnya baik."
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, juga mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi tidak terluka dalam serangan tersebut. "Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baik-baik saja," ujar Baghaei seperti dikutip kantor berita resmi IRNA.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow