AS Lancarkan Serangan ke Iran, Targetkan Industri Rudal

Smallest Font
Largest Font

Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu pagi. Presiden Donald Trump menyatakan serangan ini bertujuan menghancurkan rudal dan industri rudal Tehran.

Serangan ini menjadi eskalasi besar setelah perundingan berpekan-pekan antara pejabat AS dan Iran mengenai program nuklir Iran.

Trump mengonfirmasi dimulainya kampanye militer "besar-besaran dan berkelanjutan" di Iran. Tujuannya, kata Trump dalam video yang diunggah ke media sosial, adalah "mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional inti kita."", "content_2": "

"Kita akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka," kata Presiden Trump, seperti dilansir CNN.

Trump menambahkan bahwa Iran telah berupaya membangun kembali program nuklirnya setelah AS membom fasilitas nuklirnya pada bulan Juni. "Mereka menolak setiap kesempatan untuk mencapai ambisi nuklir mereka, dan kita tidak bisa lagi menoleransinya," katanya.

Seorang pejabat AS kepada CNN pada Sabtu pagi menyebut serangan itu "bukan serangan kecil" dan masih berlangsung.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut serangan itu sebagai "serangan pendahuluan" terhadap Iran. Keadaan darurat diumumkan di seluruh Israel.

Serangan itu menargetkan rudal balistik dan peluncur rudal Iran, yang dianggap Israel sebagai ancaman serius. Belum jelas mengenai adanya korban jiwa.

Video yang diverifikasi oleh CNN menunjukkan asap mengepul dari ibu kota Teheran. Kantor berita pemerintah Fars melaporkan serangan juga terjadi di kota-kota Iran seperti Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah.

Iran menyatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil. Media pemerintah Iran mengatakan negara itu sedang mempersiapkan "respons yang menghancurkan" terhadap serangan tersebut.

Israel menyatakan keadaan darurat dan menutup wilayah udaranya, serta memerintahkan aktivitas penting di seluruh negeri karena mengantisipasi pembalasan dari Iran.

Serangan ini menyusul ancaman dari Trump yang memperingatkan Iran tentang intervensi militer AS jika rezim tersebut tidak berhenti membunuh para demonstran anti-pemerintah. AS juga mengancam akan campur tangan jika Iran tidak menyetujui kesepakatan nuklir baru, yang menjadi subjek pembicaraan diplomatik AS-Iran di Jenewa pada Hari Kamis.

Trump berulang kali mengisyaratkan ingin melihat perubahan rezim di Iran, sambil juga bersikeras agar negara itu menghentikan semua pengayaan uraniumnya. Tujuannya agar Iran tidak akan pernah dapat mengembangkan senjata nuklir.

Namun, Trump belum menjelaskan tujuan strategis operasi militer AS atau berapa lama operasi tersebut akan berlangsung.

Para pejabat militer, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, memperingatkan tentang potensi kerugian dari konflik yang berkepanjangan dengan Iran. Kekhawatiran muncul tentang skala, kompleksitas, dan potensi korban jiwa AS dari misi tersebut, seperti yang dilaporkan CNN.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow