Iran Bersumpah Balas Dendam atas Tewasnya Khamenei
Iran berjanji akan membalas serangan yang menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Proses transisi pemilihan penggantinya pun dimulai.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menyerang rakyat Iran. Ia menegaskan bahwa negaranya akan membalasnya.
"Amerika telah menikam rakyat Iran di jantungnya dan kami akan menikam mereka di jantung mereka," kata Ali Larijani, seperti dilansir CNN (1/3).
Larijani juga berjanji akan melakukan pembalasan terhadap AS dan Israel. Ia menambahkan bahwa reaksi dari angkatan bersenjata Iran akan jauh lebih kuat dan memperingatkan agar mereka tidak menyerang kemudian melarikan diri.
Iran, kata Larijani, telah meyakinkan para pemimpin di kawasan bahwa mereka tidak menginginkan perang. Namun, Iran akan terus menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di negara-negara Timur Tengah.
"Harus ditegaskan sekali dan untuk selamanya bahwa Amerika tidak dapat menindas bangsa Iran," katanya.
Larijani, yang merupakan pengambil keputusan utama dan penasihat kunci bagi Khamenei, mengatakan bahwa struktur kepemimpinan sementara akan segera dibentuk. Struktur ini terdiri dari presiden dan kepala kehakiman. Proses transisi dimulai pada hari Minggu.
Merujuk pada Pasal 110 Konstitusi Iran, Larijani menjelaskan mekanisme sementara jika negara tidak memiliki pemimpin. Presiden, Kepala Kehakiman (MA), dan salah satu anggota ahli hukum Dewan Konstitusi akan menjalankan tugas pemimpin hingga pemimpin berikutnya terpilih. Anggota ahli hukum tersebut dipilih oleh Dewan Penentu Kebijakan, dikutip dari Tasnim.
Langkah-langkah pembentukan dewan kepemimpinan sementara sesuai dengan Konstitusi sedang diupayakan.
Sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Tehran dan sejumlah kota di Iran pada hari Sabtu. Amerika Serikat menyebut operasi itu sebagai "Operation Epic Fury", sementara Israel menyebutnya "Operation Roaring Lion," seperti dikutip dari ABC.
Iran telah mengonfirmasi wafatnya Khamenei dan mengumumkan masa berkabung selama 40 hari. Negara itu bertekad untuk membalas serangan tersebut.
Ayatollah Khamenei memimpin Iran selama 37 tahun sejak wafatnya pendiri Republik Islam Ruhollah Khomeini pada tahun 1989.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow