Indonesia Siap Jadi Mediator Konflik Iran-AS
Indonesia menawarkan diri untuk menjadi mediator dalam konflik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri, Sugiono, telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan menegaskan bahwa dialog serta diplomasi adalah cara terbaik mencapai stabilitas.
Melalui unggahannya di media sosial, Menlu Sugiono menyatakan kesiapannya memfasilitasi dialog atau mediasi. Tujuan utamanya adalah mencegah eskalasi konflik lebih lanjut dan menghentikan jatuhnya korban jiwa.
"Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam memajukan perdamaian, termasuk menawarkan kesediaan untuk memfasilitasi dialog atau mediasi, dengan tujuan bersama untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan hilangnya nyawa orang tak bersalah secara sia-sia," cuit Menlu RI di media sosial X.
Konflik tersebut bermula dari serangan yang disebut "Operation Epic Furry" oleh AS dan "Operation Roaring Lion" oleh Israel. Serangan ini menyebabkan ratusan korban tewas di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior.
Iran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel, pangkalan militer AS di Kawasan Teluk, serta pangkalan militer Inggris di Siprus. Militer AS melaporkan enam tentara mereka tewas dalam konflik ini.
Menlu Sugiono mendesak semua pihak untuk menahan diri dan melakukan de-eskalasi segera. Ia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.
"Indonesia mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan segera melakukan de-eskalasi," cuit Menlu RI.
"Penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB harus dijunjung tinggi. Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak menuju stabilitas regional," tandasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow