Indonesia dan Mongolia Perkuat Kemitraan di Usia 70 Tahun
Indonesia dan Mongolia mempererat hubungan bilateral melalui Pertemuan Konsultasi Politik, yang bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Momentum ini menandai babak baru dalam penguatan kemitraan.
Arrmanatha C. Nasir, Wakil Menteri Luar Negeri RI, bersama dengan Wakil Menteri Luar Negeri Mongolia, Amartuvshin Gombosuren, memimpin pertemuan ini.
Kedua belah pihak membahas perkembangan positif dalam hubungan bilateral dan potensi perluasan kerja sama di berbagai bidang. Sektor-sektor yang menjadi fokus meliputi ekonomi strategis, pertahanan, pertanian, pendidikan, kesehatan, hubungan antar masyarakat, pariwisata, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Wamenlu Tata menyampaikan bahwa potensi kerja sama antara Indonesia dan Mongolia masih sangat besar. Keterlibatan aktif pelaku usaha menjadi kunci, salah satunya melalui nota kesepahaman (MoU) antar-kamar dagang. MoU ini diharapkan menjadi jembatan untuk memperluas perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis.
Indonesia dinilai memiliki kapasitas untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia di sektor pertanian melalui program pelatihan pengembangan pertanian berkelanjutan.
Kerja sama di bidang pendidikan diperkuat melalui berbagai program beasiswa Indonesia, termasuk The Indonesian Aid Scholarship (TIAS), Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), pelatihan peningkatan kapasitas bagi diplomat Mongolia, serta program Kemitraan Negara Berkembang.
Selain itu, kedua negara membahas perkembangan situasi geopolitik global dan upaya peningkatan kolaborasi dalam forum regional dan multilateral. Untuk memperkuat dialog kebijakan luar negeri, kedua pihak akan menjajaki pembentukan Policy Planning Dialogue antar-Kementerian Luar Negeri. Tujuannya adalah memperdalam koordinasi strategis dan pertukaran pandangan terkait dinamika kawasan Indo-Pasifik dan isu global.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU on Political Consultation oleh Menteri Luar Negeri kedua negara di Jakarta pada Mei 2025. Hal ini menjadi fondasi penguatan arsitektur dialog bilateral yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Mongolia menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, total perdagangan mencapai 56 juta dolar AS, dengan ekspor Indonesia sebesar 49,5 juta dolar AS dan impor dari Mongolia sebesar 6,5 juta dolar AS.
Kehadiran satu-satunya Pusat Kebudayaan Mongolia di Asia Tenggara, yang berlokasi di Tanjung Lesung, Banten, turut mempererat hubungan kedua negara.
Wamenlu Tata menambahkan, "Indonesia bangga menjadi tuan rumah pertemuan strategis ini. Kami berharap kemitraan Indonesia dan Mongolia terus berkembang dalam kerangka kerja sama komprehensif yang lebih erat, responsif terhadap tantangan global, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow