Indonesia Cetak Sejarah Diplomasi, Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian untuk Palestina

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Indonesia mengambil langkah konkret dalam mendukung kemerdekaan Palestina melalui keterlibatan aktif dalam misi International Stabilization Force (ISF). Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari sekadar pernyataan politik menjadi keterlibatan fisik di lapangan.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP) di Amerika Serikat merupakan tonggak sejarah baru. Menurutnya, selama ini peran Indonesia terbatas pada kecaman di forum internasional dan penyaluran bantuan kemanusiaan seperti pembangunan rumah sakit.

"Ini sejarah baru maksudnya sebelum-sebelumnya kita melakukan pendekatan terhadap sikap kita untuk kemerdekaan Palestina dengan cara mengecam, di PBB kita mengecam. Tapi sulit sekali kita masuk dan terlibat aktif sebagaimana yang diamanahkan oleh konstitusi," ujar Meutya dalam program Blak-blakan pada Jumat (20/2/2026).

Dalam misi baru ini, Indonesia berkomitmen mengirimkan 8.000 pasukan perdamaian. Posisi strategis juga didapatkan melalui penunjukan perwakilan Indonesia sebagai wakil komandan dalam misi ISF tersebut. Hal ini memberikan Indonesia pengaruh yang lebih kuat dalam mengomandoi kegiatan kemanusiaan yang melibatkan berbagai negara.

Meutya menilai pencapaian dari pertemuan BoP tersebut merupakan lompatan besar bagi diplomasi Republik Indonesia. Indonesia kini tidak lagi hanya menjadi pengamat dalam isu global, melainkan pelaku aktif yang memiliki kewenangan dalam struktur keamanan internasional.

Detail Kontribusi Baru Indonesia untuk Palestina
Aspek KontribusiDetail Keterlibatan
Jumlah Personel8.000 Pasukan Perdamaian
Posisi StrategisWakil Komandan International Stabilization Force (ISF)
Wadah DiplomasiBoard of Peace (BoP)
Fokus MisiGiat Kemanusiaan dan Stabilisasi Keamanan

Keterlibatan ini dianggap sebagai realisasi dari amanah konstitusi yang mengharuskan Indonesia ikut serta menjaga ketertiban dunia. Meutya menekankan bahwa kehadiran fisik pasukan di lapangan adalah jawaban atas keterbatasan wadah diplomasi yang dihadapi Indonesia pada masa-masa sebelumnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow