Indonesia Siapkan 8.000 Personel Pasukan Perdamaian untuk Misi Kemanusiaan di Gaza

Smallest Font
Largest Font

Komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian di Palestina semakin nyata melalui rencana pengiriman 8.000 personel pasukan perdamaian. Kontribusi ini dilakukan melalui forum Board of Peace (BoP) dan mencakup hampir separuh dari total target kebutuhan pasukan internasional untuk wilayah tersebut.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menjelaskan bahwa langkah berani Indonesia ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam sebuah dialog, Trump menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sangat kuat, terutama terkait keberanian Indonesia mengirimkan ribuan tentara untuk misi perdamaian di Gaza.

Target total personel dalam skema BoP sendiri dipatok mencapai 20.000 orang. Dengan komitmen 8.000 personel, Indonesia secara efektif memenuhi sekitar 40 persen dari total kebutuhan tenaga di lapangan.

Detail Kontribusi dan Target Pasukan Perdamaian (BoP)
Aspek KontribusiKeterangan / Target
Target Total Pasukan BoP20.000 Personel
Komitmen Indonesia8.000 Personel
Fokus Peran IndonesiaPersonel Tentara & Rekonstruksi
Negara LainPendanaan & Logistik

"Kita tidak pernah bisa hadir sebelumnya dengan 8.000 tentara untuk melakukan kegiatan kemanusiaan di Palestina. Ini adalah sebuah terobosan dan akan menjadi sejarah baru," ujar Meutya Hafid dalam program Blak-blakan pada Senin (23/2/2026).

Terkait isu kewajiban dana sebesar USD 1 miliar, Meutya menegaskan bahwa sejauh ini Indonesia belum memiliki kewajiban pembayaran dalam skema tersebut. Fokus utama Indonesia saat ini, sebagaimana yang diapresiasi oleh pihak internasional, adalah pengiriman pasukan fisik untuk membantu stabilitas.

Pemerintah memastikan bahwa jika nantinya Indonesia berkontribusi secara finansial, alokasi dana akan diawasi secara ketat untuk kebutuhan rekonstruksi dan infrastruktur di Palestina. Meutya menjamin partisipasi dalam misi kemanusiaan ini tidak akan mengganggu stabilitas anggaran program prioritas di dalam negeri.

Menurutnya, keterlibatan aktif ini merupakan bentuk konsistensi diplomasi Indonesia. Setiap langkah yang diambil didasarkan pada kesadaran untuk memulihkan kondisi di Palestina pasca-konflik tanpa mengesampingkan kepentingan nasional.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed