IHSG Dibayangi Perang AS-Iran, Phintraco Sekuritas Beri Proyeksi

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diperkirakan akan terpengaruh oleh konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan resistance di 8.300, pivot di 8.200, dan support di 8.100.

Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa indeks saham Wall Street mengalami penurunan pada perdagangan Jumat, 27 Februari, setelah rilis data PPI yang lebih tinggi dari perkiraan. Hal ini meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang belum terkendali. Selain itu, kecemasan terhadap sektor AI dan kredit swasta juga turut memberikan tekanan pada pasar.

“Pada pekan ini beberapa data ekonomi AS yang dinantikan di antaranya indeks ISM Manufacturing, ISM non-manufacturing, ADP Employment change, Nonfarm payrolls, unemployment rate dan Retail sales,” tulis Phintraco Sekuritas.

Eskalasi konflik geopolitik terjadi setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran melalui udara dan laut pada Sabtu, 28 Februari. Menurut Phintraco Sekuritas, hal ini meningkatkan risiko global yang berpotensi menaikkan harga energi. Investor global diperkirakan akan mengurangi exposure terhadap aset berisiko.

Tewasnya pemimpin tertinggi Iran dan tokoh militer penting lainnya menimbulkan kekhawatiran akan perang terbuka yang lebih luas. Iran berpotensi melancarkan serangan balasan yang menargetkan pangkalan militer Israel dan AS di seluruh kawasan Timur Tengah.

Dampak perang AS-Iran diperkirakan akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG pada pekan ini karena meningkatnya ketidakpastian global. Tingkat ketidakpastian ini dipengaruhi oleh durasi dan luasnya perang.

“Namun sektor energi dan emas diperkirakan akan menjadi sektor yang diuntungkan karena kenaikan harga komoditas,” tegas Phintraco Sekuritas.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa jika IHSG menembus level 8.100 pada pekan ini, ada peluang untuk menguji level 7.800-8.000. Namun, peluang rebound akan terbuka jika sentimen global mereda dan kondisi domestik solid.

Dari dalam negeri, sejumlah data indikator ekonomi dijadwalkan akan dirilis, termasuk S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan Januari 2026, inflasi Februari 2026, dan cadangan devisa Februari.

“Sementara itu, penurunan tarif dalam kesepakatan dagang dengan AS dari 19 persen menjadi 15 persen berpotensi menjadi faktor positif terhadap sektor berbasis ekspor,” jelas Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham untuk hari ini, yakni HRUM, NCKL, SMDR, AMMN, ERAA dan MAIN.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed