Hizbullah Serang Israel Usai Pemimpin Iran Tewas

Smallest Font
Largest Font

Kelompok militan Hizbullah yang berbasis di Lebanon meningkatkan ketegangan di Timur Tengah dengan melancarkan serangan ke Israel. Aksi ini merupakan respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Ayatollah Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat di Tehran dan beberapa kota lain di Iran pada hari Sabtu.

Hizbullah menyatakan serangan mereka adalah "pembalasan atas darah murni" Ali Khamenei, juga sebagai pembelaan terhadap Lebanon dan rakyatnya serta tanggapan atas agresi Israel yang berulang. Kelompok itu menyatakan bahwa "kepemimpinan perlawanan selalu menekankan bahwa kelanjutan serangan Israel memberi kami hak untuk membela diri."

Serangan rudal dari Lebanon memicu sirene di beberapa wilayah Israel utara, menjadi peluncuran pertama dari wilayah Lebanon sejak dimulainya serangan AS dan Israel ke Iran.

Sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Tehran dan sejumlah kota di Iran pada hari Sabtu. Amerika Serikat menyebut operasi itu sebagai "Operation Epic Fury," sementara Israel menamakannya "Operation Roaring Lion," seperti dikutip dari ABC.

Pekan lalu, seorang pejabat Hizbullah menyatakan bahwa kelompok tersebut tidak akan campur tangan secara militer jika terjadi serangan terbatas Amerika Serikat ke Iran, tetapi akan menganggap setiap serangan terhadap Ayatollah Ali Khamenei sebagai "garis merah." Namun, mereka menekankan akan campur tangan jika AS mencoba "memprovokasi kejatuhan rezim Iran atau menargetkan pemimpin tertinggi."

Militer Israel dengan cepat membalas serangan Hizbullah dengan menyerang target-target kelompok tersebut di seluruh Lebanon, termasuk di pinggiran selatan Beirut.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyebut peluncuran proyektil dari Lebanon selatan sebagai tindakan "tidak bertanggung jawab" dan "mencurigakan" yang membahayakan keamanan Lebanon.

Israel dan Lebanon sebelumnya menyepakati gencatan senjata yang dimediasi AS pada tahun 2024, mengakhiri pertempuran selama lebih dari setahun antara Israel dan Hizbullah. Sejak itu, kedua belah pihak saling menuduh atas pelanggaran kesepakatan.

Hizbullah, yang merupakan sekutu utama Teheran di Timur Tengah, menyatakan solidaritas dengan Iran pada hari Sabtu, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai keterlibatan mereka.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow