Hizbullah Akan Campur Tangan Jika Khamenei Diserang

Smallest Font
Largest Font

Hizbullah tidak akan terlibat secara militer jika Amerika Serikat melakukan serangan terbatas terhadap Iran. Namun, kelompok tersebut akan menganggap setiap serangan yang menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai "garis merah".

Pejabat Hizbullah yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AFP, bahwa posisi Hizbullah adalah untuk tidak campur tangan secara militer jika terjadi serangan AS yang terbatas terhadap Iran.

Kelompok itu menekankan bahwa mereka akan campur tangan jika AS mencoba untuk "memprovokasi kejatuhan rezim Iran atau menargetkan pemimpin tertinggi".

Menurut pejabat itu, dalam skenario hipotetis di mana AS berupaya menggulingkan pemerintah Iran secara militer, sekutu AS, Israel, akan "pasti melancarkan perang melawan Lebanon".

Pemerintah Lebanon khawatir akan serangan Israel terhadap infrastruktur sipil jika Hizbullah, yang masih memiliki persenjataan rudal balistik, menjadi bagian dari konflik regional antara AS dan Iran. Menteri Luar Negeri Lebanon menyampaikan kekhawatiran ini pada hari Selasa.

Seorang pejabat Lebanon yang juga meminta anonimitas mengatakan, "Yang dikhawatirkan Lebanon adalah reaksi berantai: serangan Amerika terhadap Iran, serangan balasan Hizbullah terhadap Israel, diikuti oleh respons besar-besaran Israel."

Sebelumnya, Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, mengatakan kelompoknya berada dalam "posisi defensif", tetapi akan menganggap diri mereka "menjadi sasaran" oleh serangan AS apa pun terhadap Iran.

Hizbullah tidak ikut campur selama perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni lalu, yang kemudian diikuti oleh AS.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed