Memahami Wahyu Cakraningrat: Legitimas Budaya dan Simbolisme Majapahit Modern di Jakarta

Smallest Font
Largest Font

Dalam filosofi politik Jawa-Majapahit, kekuasaan seorang raja tidak hanya bersandar pada kekuatan militer atau birokrasi, melainkan pada statusnya sebagai poros kosmis atau Axis Mundi. Seorang penguasa dianggap memiliki legitimasi sah apabila ia memegang Wahyu Cakraningrat, sebuah mandat spiritual yang menandakan persetujuan alam semesta bagi kepemimpinannya.

Prinsip ini menegaskan bahwa tanpa restu kosmis tersebut, seorang pemimpin hanyalah penguasa duniawi biasa, bukan raja sejati yang mampu menyelaraskan hubungan antara langit, bumi, dan manusia. Dalam tradisi Nusantara, kekuasaan tidak dianggap statis atau permanen, melainkan sebuah sirkulasi yang terus bergerak mengikuti standar moral dan keadilan.

Struktur kekuasaan di era Majapahit dibangun atas tiga elemen fundamental yang saling mengikat untuk memastikan kedaulatan seorang penguasa tetap kokoh di mata rakyat dan semesta.

Unsur Legitimasi Kekuasaan Raja Majapahit

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed