Efek Minum Teh saat Sahur, Baik atau Buruk?

Smallest Font
Largest Font

Sahur menjadi waktu penting bagi umat Muslim untuk menyiapkan energi sebelum berpuasa. Selain makanan, minuman yang dikonsumsi saat sahur juga berpengaruh pada kondisi tubuh selama berpuasa. Salah satu minuman yang populer adalah teh. Lantas, apa saja efek minum teh saat sahur bagi kesehatan?

Teh berasal dari daun tanaman Camellia sinensis yang diproses melalui berbagai metode, menghasilkan jenis teh berbeda dengan kandungan dan efek yang berbeda pula pada tubuh.

Teh Hijau dikenal kaya akan antioksidan, terutama katekin, yang bermanfaat menangkal radikal bebas. Kafeinnya relatif rendah dibanding kopi, membantu meningkatkan fokus tanpa lonjakan energi berlebihan. Teh Hijau cocok diminum saat sahur agar tubuh terasa lebih segar.

Teh Hitam mengalami oksidasi lebih lama dari Teh Hijau, menghasilkan rasa lebih kuat dan kandungan kafein lebih tinggi. Konsumsi Teh Hitam saat sahur dapat meningkatkan kewaspadaan, namun berlebihan bisa memicu rasa haus lebih cepat.

Teh Oolong berada di antara Teh Hijau dan Teh Hitam dalam proses fermentasi. Teh ini bercita rasa khas, mengandung antioksidan tinggi, serta dipercaya membantu metabolisme tubuh, cocok bagi yang ingin menjaga berat badan selama puasa.

Selain teh dari daun teh asli, ada juga teh herbal seperti Chamomile, Peppermint, atau Jahe. Teh herbal umumnya bebas kafein sehingga aman bagi lambung sensitif. Teh Jahe, misalnya, menghangatkan tubuh dan mengurangi mual saat sahur.

Efek Minum Teh saat Sahur

Kebiasaan minum teh saat sahur sebaiknya dihindari karena efek atau risiko tertentu yang kurang baik bagi tubuh. Berikut beberapa di antaranya seperti dikutip dari laman The Healthy Muslim:

1. Cepat Lemas

Meskipun kafein dalam teh dapat memberikan energi, efeknya hanya sementara. Akibatnya, rasa lemas bisa timbul saat puasa berlangsung. Penambahan gula pada teh juga hanya memberikan energi singkat, sekitar setengah jam saja, sebelum tenaga tubuh kembali menurun.

2. Sering Buang Air Kecil

Teh bersifat diuretik, memicu keinginan buang air kecil. Hal ini menyebabkan cairan tubuh lebih cepat terkuras dan rasa haus datang lebih cepat selama berpuasa.

3. Rasa Haus Berlebih

Menambahkan gula pada teh, baik gula pasir, gula diet, maupun gula merah, dapat memicu rasa haus berlebih. Paparan rasa manis pada leher akan direspon otak dengan mengirimkan sinyal untuk minum lebih banyak. Kondisi ini tentu akan merepotkan saat puasa karena rasa haus semakin terasa.

4. Tenggorokan dan Mulut Kering

Setelah minum satu gelas teh, idealnya rasa haus digantikan dengan tiga gelas air putih. Namun, banyak orang mengalami perut kembung akibat terlalu banyak minum. Jika penggantian cairan tidak dilakukan, tenggorokan dan mulut bisa terasa lebih kering selama berpuasa.

Setiap orang memiliki kondisi dan adaptasi tubuh yang berbeda terhadap asupan gizi. Jika minum teh sudah menjadi kebiasaan dan tidak menimbulkan keluhan, maka kebiasaan ini bisa dilanjutkan. Namun, jika denyut nadi meningkat, sebaiknya anjuran dari para ahli dijadikan pertimbangan.

Minum teh saat sahur memberikan efek positif dan negatif. Teh Hijau, Teh Hitam, dan Teh Oolong menawarkan manfaat antioksidan serta membantu meningkatkan fokus. Namun, kandungan kafein dan tanin di dalamnya dapat memengaruhi hidrasi dan penyerapan nutrisi. Oleh karena itu, sesuaikan jenis dan jumlah teh yang diminum saat sahur agar tubuh tetap bertenaga dan nyaman menjalani puasa.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed