Bunga Kredit Perbankan Turun Jadi 8 Persen

Smallest Font
Largest Font

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa tren penurunan bunga kredit telah mencapai kisaran 8 persen, yang sebelumnya sempat berada di atas 9 persen.

Dengan adanya penurunan ini, Dian menepis anggapan bahwa suku bunga kredit perbankan masih berada pada level yang tinggi.

"Sekarang sudah turun. Sudah cukup lumayan signifikan. Sudah mendekati 8 persen. Sebelumnya masih di atas 9 (persen)," kata Dian seusai acara The 2nd Indonesia Climate Banking Forum (ICBF) di Jakarta, dikutip Antara, Jumat, 27 Februari.

Menurut data Bank Indonesia (BI), suku bunga kredit mengalami penurunan sekitar 40 basis poin (bps), dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi 8,80 persen pada Januari 2026.

Penurunan suku bunga kredit ini, menurut Dian, merupakan indikasi positif bagi sektor perbankan dan perekonomian secara keseluruhan.

Salah satu faktor yang mendukung penurunan ini adalah penempatan dana sebesar Rp200 triliun oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke sistem perbankan. Pemerintah juga memperpanjang masa penempatan dana tersebut hingga September 2026.

"Itu (SAL) menambah likuiditas sudah pasti, dan juga men-drag down tingkat suku bunga. Karena kalau misalnya likuiditas semakin banyak itu tentu persaingan dana itu kemudian menjadi lebih turun," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga tidak lagi mendorong praktik pemberian suku bunga khusus (special rate). Lembaga pemerintah maupun BUMN yang selama ini melakukan negosiasi tingkat bunga diminta untuk menekan praktik tersebut.

Dian menjelaskan bahwa langkah ini penting untuk menciptakan struktur suku bunga yang lebih sehat dan berkeadilan. Efisiensi biaya dana perbankan berpotensi menurunkan suku bunga kredit kepada nasabah.

Diharapkan, penurunan bunga kredit dapat mendorong permintaan pinjaman, baik untuk konsumsi maupun kegiatan usaha, sehingga dapat menggerakkan perekonomian.

"Kalau bunga kredit ke nasabah itu akan turun, tentu ini akan meng-encourage (mendorong) orang untuk melakukan pinjaman untuk konsumsi, untuk macam-macam lah, sehingga perekonomian akan semakin menggeliat," tutup Dian.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed