BSI Dorong 2 Juta Nasabah Ikuti Tabungan Umrah
Bank Syariah Indonesia (BSI) berupaya mengoptimalkan basis nasabah yang besar untuk dikonversi menjadi calon jemaah umrah. Perseroan menggunakan berbagai pendekatan dan strategi literasi keuangan syariah yang proaktif.
Direktur Sales & Distribution PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Anton Sukarna menyampaikan bahwa sekitar 2 juta nasabah aktif BSI berpotensi mengikuti program BSI Tabungan Umrah.
"Kami punya kurang lebih 21 atau 23 juta nasabah, yang insyaAllah mungkin kalau kami hitung, mungkin 10 persennya mampu berumrah. Kami mungkin punya sekitar 2 juta orang yang bisa kami godain (dorong) untuk berangkat umrah," ucap Anton Sukarna di Jakarta, dikutip Antara, Selasa, 24 Februari.
Perilisan produk tabungan baru ini selaras dengan tren kenaikan serta dinamika pergeseran demografi pasar perjalanan umrah. Saat ini, pasar travel umrah menyasar segmen usia yang lebih muda dan tidak lagi didominasi oleh Generasi Baby Boomers.
Anton menambahkan bahwa terdapat tren kenaikan perjalanan spiritual yang sangat pesat di kalangan Generasi Milenial dan Gen Z seiring dengan menguatnya halal lifestyle (gaya hidup halal). Generasi muda memposisikan umrah bukan hanya sebagai ibadah rutin, tetapi juga bagian dari wisata religi yang direncanakan sejak dini.
"Halal lifestyle (gaya hidup halal) kini menjadi gaya hidup, termasuk umrah dan wisata religi. Ini peluang bagi bank untuk memfasilitasi atau menjembatani keinginan ibadah dengan perencanaan keuangan yang matang dan aman," kata Anton.
BSI mengambil strategi pendekatan kepada generasi muda melalui peningkatan literasi keuangan serta penguatan edukasi terkait perencanaan keuangan. Pada tahap awal, perseroan menargetkan peluncuran produk tabungan umrah mampu menarik lebih dari 1 juta nasabah untuk mendaftar.
Target tersebut diyakini dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dana murah dan likuiditas perseroan. Diketahui, perseroan mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 16,20 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp380 triliun per Desember 2025, dengan porsi dana murah (CASA) mencapai 61,62 persen, atau Rp234 triliun. Pertumbuhan tabungan tercatat sebesar 15,7 persen yoy menjadi Rp162,63 triliun.
"Dengan inisiatif ini, BSI optimistis dapat memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang lebih siap secara spiritual dan finansial," ujar Anton.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow