BPOM Jamin Mutu Beras Haji Nusantara yang Diekspor

Smallest Font
Largest Font

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan kesiapannya dalam memastikan mutu dan keamanan Beras Haji Nusantara yang diekspor ke Arab Saudi. Dukungan ini merupakan wujud inisiatif yang menjadi simbol keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas komersial. Lebih dari itu, ini adalah representasi kehadiran negara dan etalase kedaulatan pangan Indonesia untuk memberikan layanan terbaik serta menjamin pemenuhan selera dan asupan nutrisi jamaah haji.

Indonesia memiliki hubungan erat dengan Arab Saudi, salah satunya melalui kemitraan BPOM dengan Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Kemitraan ini didasari oleh Nota Kesepahaman terkait Pengawasan Kualitas dan Keamanan Obat dan Makanan yang telah berjalan sejak 2020.

Nota Kesepahaman tersebut memfasilitasi akses pasar produk pangan haji, termasuk beras. BPOM siap mengawal ketat standar mutu dan keamanan dalam program ekspor Beras Haji Nusantara agar memenuhi standar negara tujuan dan mencegah penolakan dari pihak Arab Saudi.

Kepatuhan terhadap persyaratan teknis dan administratif menjadi perhatian utama BPOM. Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM akan mengawal ketat kewajiban pencantuman label berbahasa Arab dan format tanggal kedaluwarsa, baik Gregorian dan/atau Hijriah, sesuai standar SFDA.

Hal ini penting untuk mencegah risiko penolakan saat clearance. "Keberhasilan ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi membutuhkan sinergi lintas sektor agar terbangun sistem pengawasan yang terintegrasi," katanya.

Sistem pengawasan terintegrasi diperlukan untuk menjamin konsistensi mutu, meminimalisasi potensi penolakan, dan memberikan kepastian ekspor bagi pelaku usaha. Diharapkan, ekspor Beras Haji Nusantara dapat berjalan lancar dan menjadi model kolaborasi ekspor pangan strategis Indonesia ke pasar global.

Taruna menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan). Rakortas tersebut membahas rencana ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi. Rencana strategis ini dilatarbelakangi upaya peningkatan layanan bagi jamaah haji Indonesia.

Pemerintah Indonesia akan memasok beras dari petani dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu peserta haji. Penyediaan beras ini akan menjadi tanggung jawab Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pemerintah berencana mengirim 2.280 ton beras ke Arab Saudi untuk ekspor perdana. "Nanti lanjut akan ke Malaysia dan lain-lain, tapi perdana ke Arab Saudi," ujarnya. Menurutnya, pengiriman perdana akan dilakukan pada tanggal 28 Februari.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow