Ben Kasyafani Ungkap Tantangan Bahasa di Film \

Smallest Font
Largest Font

Aktor Ben Kasyafani berbagi pengalaman selama terlibat dalam film terbarunya, “Setannya Cuan”. Film produksi Radepa Black ini mengambil latar waktu tahun 1983.

Menurut aktor berusia 42 tahun ini, tantangan utama yang dihadapi para pemain adalah masalah bahasa. Latar film yang berada di daerah pegunungan dengan setting tahun 1980-an menuntut penggunaan bahasa Sunda untuk menghidupkan suasana.

Ben Kasyafani mengungkapkan bahwa penguasaan bahasa menjadi tantangan utama. "Nge-blend nih paling tantangannya nomor satu sih bahasa. Kita enggak semuanya native Sunda. Ya kita berusaha lah," kata Ben Kasyafani di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Februari.

Ben menyadari bahwa penonton yang fasih berbahasa Sunda mungkin akan merasakan perbedaan. Meski demikian, Ben dan tim tetap berusaha memberikan verbalisasi yang tepat agar atmosfer pedesaan tempo dulu tetap terjaga.

Selain masalah bahasa, Ben juga menceritakan momen paling berkesan selama syuting. Momen itu terjadi saat ia harus beradu peran dengan sutradara Anggi Umbara, yang juga ikut berakting sebagai seorang ustadz dalam film tersebut.

Adegan yang melibatkan Anggi Umbara ternyata tidak mudah dilakukan karena faktor teknis dan alam. "Itu adegan turun dari atas ke bawah. Itu kita ulang banyak, lumayan banyak ulangnya, panjang, teknis, hujan, dan lain-lain. Licin, terus ada macam-macam," tutur Ben.

Ben mengaku harus mengulang adegan tersebut berkali-kali di bawah guyuran hujan dan kondisi jalan yang licin karena sulitnya medan dan kompleksnya kebutuhan gambar. Ia memperkirakan adegan tersebut diulang lebih dari sepuluh kali.

Sutradara “Setannya Cuan”, Sahrul Gibran, menjelaskan bahwa film yang sempat tertunda tujuh tahun ini bukan sekadar hiburan. Film ini juga menjadi sindiran terhadap orang-orang yang menginginkan segala sesuatu secara instan.

Sahrul menambahkan, film ini adalah komedi horor dengan lapisan terdalam berupa satire tentang manusia yang ingin segalanya serba instan. Ia berharap penonton tidak hanya tertawa dan terkejut, tetapi juga merenungkan pesan yang disampaikan. “Apalagi dirilis di bulan puasa, momennya sangat relevan dengan tema pengendalian diri,” ujar Sahrul.

Selain Ben Kasyafani, film ini juga dibintangi oleh Fico Fachriza, Joe P-Project, Anyun Cadel, Nadine Alexandra, Dimas Andrean, Aming, Candil, Mega Carefansa, Gabriella Desta, Mongol Stres, Budi Dalton, hingga Haji Malih Tong Tong.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed