Biopik Legenda Karate Titik Prasetyowati Akan Difilmkan

Smallest Font
Largest Font

Kisah perjalanan hidup Titik Prasetyowati Verdi, seorang legenda karate Indonesia yang meraih dua gelar Juara Dunia, akan segera diadaptasi menjadi film biopik. Titik menyampaikan rencana produksi film ini kepada Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon pada pertemuan di Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Jumat, 27 Februari.

Film ini diharapkan tidak hanya menampilkan prestasi yang diraih Titik, tetapi juga mengangkat isu sosial penting mengenai kekerasan seksual dan ancaman kriminalitas terhadap perempuan dan anak-anak.

Menurut Titik, film biopik ini diadaptasi dari perjalanannya meraih gelar Juara Dunia Karate di Meksiko (1991) dan Tokyo (1993). Ia menambahkan bahwa riset dan penulisan naskah telah selesai, sementara lokasi syuting dan para pemeran sudah dipersiapkan. Targetnya, produksi film akan dimulai pada bulan Juni.

"Film ini adalah kisah nyata perjalanan hidup saya dalam meraih juara dunia karate dua kali dan mengibarkan nama Indonesia di kancah internasional. Kami berharap film ini dapat menginspirasi generasi muda dan membawa pesan positif bagi masyarakat," kata Titik.

Titik juga menekankan bahwa film ini membawa misi pemberdayaan perempuan. Baginya, karate bukan sekadar olahraga, melainkan sarana untuk membangun disiplin, keberanian, dan kemampuan membela diri. “Kami berharap film ini dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan… sebagai sarana membangun keberanian, disiplin, dan kemampuan melindungi diri,” ujarnya.

Fadli Zon memberikan apresiasi terhadap rencana pembuatan film biopik ini karena dinilai inspiratif dan relevan dengan isu-isu sosial yang ada. Ia juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap film-film yang mengangkat kisah perjuangan dan memberikan pesan positif. “Kementerian Kebudayaan sangat mendukung karya film nasional yang memiliki nilai inspiratif dan memperkuat karakter bangsa,” kata Fadli.

Kementerian Kebudayaan, lanjut Fadli, berkomitmen untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui fasilitasi promosi, jaringan, serta akses partisipasi festival film agar daya saing film Indonesia dapat meningkat di kancah global.

Direktur Film, Musik, dan Seni, Syaiful Agam, menambahkan bahwa film biopik memiliki peran penting dalam menularkan keteladanan. Ia berpendapat bahwa kisah perjuangan dan prestasi seorang tokoh dalam film dapat menjadi pesan positif bagi para penonton dan memperkuat nilai-nilai keteladanan di masyarakat.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi, serta M. Rico Novaldi dari tim Titik.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed