Volatilitas Pasar Kripto Dipengaruhi Ramadan Effect?
Volatilitas pasar kripto kembali menjadi sorotan selama Ramadan 2026, memunculkan kembali istilah "Ramadan Effect". Pola ini seringkali dikaitkan dengan perubahan perilaku investor selama bulan puasa.
Data historis menunjukkan bahwa Bitcoin cenderung mengalami pergerakan harga yang signifikan selama Ramadan. Dalam enam dari tujuh Ramadan sebelumnya (2019–2025), Bitcoin menunjukkan volatilitas di awal periode, fase choppy (naik-turun), dan melemah di akhir bulan.
Pada awal Ramadan kali ini, Bitcoin mengalami pergerakan yang tidak stabil dan sempat terkoreksi tajam sebelum mencoba pulih. Meski begitu, potensi kenaikan masih ada, tetapi terlihat rapuh.
Tokocrypto mencatat adanya perubahan perilaku investor ritel selama Ramadan. Transaksi cenderung melambat di siang hari dan kembali meningkat setelah berbuka puasa hingga menjelang sahur.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, berpendapat bahwa dinamika ini wajar di pasar global. Menurutnya, Ramadan bukanlah faktor utama yang menentukan arah pasar kripto.
"Harga tetap dipengaruhi likuiditas global, sentimen makro, dan kondisi ekonomi internasional. Namun secara historis memang ada pola volatilitas yang berulang. Karena itu, investor perlu disiplin dan tidak hanya mengandalkan narasi musiman," kata Calvin.
Calvin menambahkan, faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga The Fed, arus likuiditas global, dan sentimen pasar internasional lebih memengaruhi arah jangka menengah dan panjang pasar kripto.
Calvin juga mengimbau para trader dan investor untuk tetap mengedepankan analisis teknikal dan fundamental yang komprehensif selama Ramadan.
"Perubahan pola aktivitas harian, potensi likuidasi aset untuk kebutuhan zakat atau Idul Fitri, serta dinamika global perlu menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi," tandasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow