Ketegangan di Teheran: Mahasiswa Iran Gelar Protes di Tengah Kebuntuan Nuklir dengan AS
Gelombang unjuk rasa mahasiswa kembali mengguncang Teheran pada Minggu (22/2) waktu setempat. Aksi massa ini pecah di tengah meningkatnya kekhawatiran publik akan potensi konflik militer antara Iran dan Amerika Serikat (AS) akibat buntu dan belum membuahkannya hasil perundingan nuklir di antara kedua negara tersebut.
Situasi di lapangan menunjukkan dinamika yang kompleks dengan terjadinya aksi pro-pemerintah dan antipemerintah secara bersamaan di sejumlah universitas. Kantor berita Fars melaporkan adanya ketegangan di setidaknya tiga perguruan tinggi di ibu kota. Di Universitas Teknologi Sharif, kerumunan massa terlibat dalam perselisihan kelompok saat sebagian demonstran meneriakkan slogan anti-monarki, sementara kelompok lain terlihat mengibarkan bendera dari era pra-revolusi.
Eskalasi di lingkungan kampus ini merupakan kelanjutan dari aksi peringatan bagi korban tewas dalam unjuk rasa antipemerintah sebelumnya. Protes besar yang bermula pada Desember tahun lalu tersebut awalnya dipicu oleh krisis ekonomi nasional, namun dengan cepat bertransformasi menjadi tantangan politik signifikan bagi kepemimpinan ulama di Teheran.
Di sisi lain, posisi Washington semakin menekan Iran melalui kebijakan ganda yang diterapkan Presiden Donald Trump. Meski perundingan kembali dilakukan, Trump secara bersamaan meningkatkan pengerahan kekuatan militer secara besar-besaran di kawasan Timur Tengah. Langkah ini dinilai sebagai upaya menekan Teheran agar segera menyepakati batasan program nuklirnya, yang dicurigai Barat bertujuan mengembangkan senjata atom.
| Lokasi Universitas | Atribut & Slogan yang Muncul | Status Situasi |
|---|---|---|
| Universitas Teknologi Sharif | Bendera pra-revolusi, slogan "Matilah Shah" | Terjadi gesekan antar kelompok |
| Universitas di Teheran (Umum) | Foto peringatan, bendera nasional Iran | Aksi massa pro dan kontra |
| Tiga Kampus Utama | Slogan antipemerintah | Laporan ketegangan oleh media lokal |
Meskipun pada awalnya Trump menyatakan dukungan terhadap hak-hak demonstran saat terjadi penindakan brutal oleh otoritas Iran, fokus kebijakan luar negeri AS kini lebih menitikberatkan pada penghentian ambisi nuklir Teheran. Ketidakpastian hasil meja diplomasi inilah yang memicu keresahan lebih lanjut di kalangan mahasiswa Iran hingga saat ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow