Trump Terbuka untuk Dialog dengan Korea Utara Tanpa Syarat
Amerika Serikat membuka peluang dialog dengan Korea Utara. Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Donald Trump bersedia berdialog dengan Korea Utara tanpa prasyarat apapun.
Pernyataan ini muncul setelah Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyatakan kesediaan untuk menjalin hubungan dengan Washington jika kebijakan bermusuhan dihentikan. Kim Jong Un menyampaikan hal ini dalam Kongres Partai Buruh yang berkuasa.
Menurut media pemerintah Korea Utara, Kim Jong Un menyatakan bahwa Pyongyang "tidak punya alasan untuk tidak bergaul dengan AS" jika Washington menarik kebijakan bermusuhannya. Ia juga menambahkan bahwa prospek hubungan AS-Korea Utara "sepenuhnya bergantung pada sikap AS."
Seorang pejabat Gedung Putih menanggapi permintaan komentar dari Kantor Berita Yonhap dengan menyatakan, "Presiden Trump pada masa jabatan pertamanya mengadakan tiga pertemuan puncak bersejarah dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang menstabilkan Semenanjung Korea."
Pejabat itu menambahkan, "Kebijakan AS terhadap Korea Utara tidak berubah. Presiden Trump tetap terbuka untuk berbicara dengan Kim Jong-un tanpa prasyarat apa pun."
Spekulasi mengenai kemungkinan pertemuan antara kedua pemimpin kembali muncul menjelang kunjungan Presiden Trump ke China. Pemimpin Kim telah membuka pintu untuk dimulainya kembali diplomasi dengan AS di tengah spekulasi tersebut.
Selama masa jabatan pertamanya, Presiden Trump telah bertemu langsung dengan Pemimpin Kim sebanyak tiga kali. Pertemuan pertama berlangsung di Singapura pada Juni 2018, yang kedua di Hanoi pada Februari 2019, dan yang ketiga di kawasan perbatasan antar-Korea Panmunjom pada Juni 2019.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow