Trump Dituduh Berbohong Soal Program Nuklir Iran

Smallest Font
Largest Font

Pemimpin Minoritas DPR Amerika Serikat, Hakeem Jeffries, menuduh mantan Presiden AS Donald Trump telah memberikan informasi yang tidak benar terkait program nuklir Iran.

Tudingan ini muncul setelah Jeffries mengikuti sesi pengarahan untuk anggota senior Kongres bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Fokus utama pengarahan tersebut adalah klaim Trump sebelumnya yang menyatakan bahwa serangan tahun lalu telah "benar-benar dan telah menghancurkan total" kemampuan nuklir Iran.

Jeffries menyatakan keraguannya atas kebenaran klaim tersebut. "Jelas dia (Trump) telah berbohong kepada rakyat Amerika, atau saat ini dia berbohong. Saya berencana mendesak mereka terkait dengan klaim yang dibuat sendiri oleh Donald Trump tentang program nuklir Iran dan betapa mendesaknya situasi saat ini," kata Jeffries dilansir ANTARA dari IRNA-OANA, Kamis, 26 Februari.

Sebelum pidato tahunan Presiden Trump, Menlu Rubio mengadakan pertemuan dengan para pemimpin DPR dan Senat, serta ketua dan anggota senior komite intelijen dari kedua badan tersebut, yang dikenal sebagai "Gang of Eight".

Istilah "Gang of Eight" merujuk pada delapan pejabat senior Kongres AS yang secara hukum berhak menerima pengarahan mengenai informasi intelijen dan keamanan terbaru serta paling sensitif.

Setelah perang selama 12 hari yang melibatkan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington kembali dilanjutkan, meskipun diwarnai ancaman dan pernyataan kontradiktif dari AS.

Putaran pertama pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington berlangsung di Muscat pada 6 Februari. Tim negosiasi Iran dan Amerika bertukar pandangan melalui Menlu Oman Badr bin Hamad Al Busaidi.

Selanjutnya, putaran kedua diadakan di Jenewa, Swiss, pada 17 Februari dan berakhir setelah sekitar 3 jam 30 menit konsultasi diplomatik intensif. Kedua pertemuan tersebut, seperti putaran sebelumnya, diadakan secara tidak langsung dengan mediasi Kesultanan Oman. Putaran pembicaraan lanjutan rencananya akan diadakan pada Kamis ini, dengan lokasi juga di Jenewa.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow