Rupiah Diprediksi Kembali Melemah pada 2 Maret, Ini Penyebabnya

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah diperkirakan akan kembali mengalami tekanan pada perdagangan 2 Maret. Pada penutupan akhir pekan lalu, mata uang Garuda ini telah melemah 0,17 persen, berada di level Rp16.787 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) mencatat, rupiah berdasarkan kurs Jisdor juga mengalami penurunan harian sebesar 0,12 persen menjadi Rp16.779 per dolar AS.

Menurut Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, potensi serangan AS-Israel ke Iran menjadi salah satu faktor yang dapat memicu pelemahan rupiah.

Serangan ini diduga dipicu oleh ketidakpuasan Presiden AS Donald Trump terhadap pertemuan delegasi AS dan Iran terkait isu reaktor nuklir dan misil.

Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi melemah hingga mencapai Rp17.000 per dolar AS dalam sepekan mendatang. Untuk hari ini, ia memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, berada di antara Rp16.790 hingga Rp16.820 per dolar AS.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed