Quick Charge 2.0: Masih Relevan di Era Pengisian Daya Super Cepat?

Smallest Font
Largest Font

Dulu, Quick Charge 2.0 adalah primadona teknologi fast charging. Tapi sekarang, di zaman super fast charging yang watt-nya bikin geleng-geleng kepala, kira-kira Quick Charge 2.0 ini masih relevan nggak, sih? Atau malah sudah ketinggalan jauh? Nah, mari kita bedah tuntas!

Secara teknis, Quick Charge 2.0 mendukung daya hingga 18W (9V/2A atau 12V/1.5A). Angka ini jauh lebih tinggi dibanding charger standar yang biasanya hanya 5W. Dulu, perbedaan ini terasa signifikan banget. Bayangin aja, ngecas smartphone dari nol sampai penuh bisa dipangkas waktunya lumayan banyak. Tapi, mari kita lihat perbandingannya dengan teknologi yang lebih baru.

Diagram perbandingan kecepatan Quick Charge 2.0 dengan teknologi pengisian daya lain
Perbandingan kecepatan pengisian daya Quick Charge 2.0 dengan teknologi lainnya.

Perbandingan dengan Teknologi Fast Charging Lain

Sekarang, teknologi fast charging sudah berkembang pesat. Ada Quick Charge 3.0, 4.0, bahkan yang terbaru sudah sampai 5.0. Belum lagi teknologi dari pabrikan lain seperti VOOC (Oppo/OnePlus), SuperCharge (Huawei), atau Adaptive Fast Charging (Samsung). Masing-masing punya klaim kecepatan yang lebih tinggi dari Quick Charge 2.0.

Contoh Perbandingan Watt:

  • Quick Charge 3.0: Hingga 36W (teoritis).
  • USB Power Delivery (PD): Bisa mencapai 100W atau lebih.
  • VOOC/SuperVOOC: Ada yang sampai 65W atau bahkan lebih.

Dengan angka-angka di atas, jelas terlihat Quick Charge 2.0 sudah tertinggal jauh. Tapi, bukan berarti teknologi ini sama sekali nggak berguna lho, ya.

Kapan Quick Charge 2.0 Masih Berguna?

Meskipun bukan yang tercepat, Quick Charge 2.0 masih berguna dalam beberapa situasi:

  • Smartphone Lawas: Banyak smartphone keluaran lama yang masih menggunakan teknologi ini. Kalau kamu punya salah satunya, ya lumayan lah daripada nggak pakai fast charging sama sekali.
  • Charger Cadangan: Sebagai charger cadangan di kantor atau di mobil, Quick Charge 2.0 masih cukup oke untuk mengisi daya smartphone dengan kecepatan yang lumayan.
  • Power Bank: Beberapa power bank masih mendukung Quick Charge 2.0. Ini bisa jadi pilihan yang cukup baik kalau kamu sering bepergian dan butuh isi daya dengan cepat.
Power bank dengan dukungan Quick Charge 2.0
Power bank dengan teknologi Quick Charge 2.0 masih banyak tersedia.

Kekurangan Quick Charge 2.0 di Era Modern

Tentu saja, Quick Charge 2.0 juga punya beberapa kekurangan dibandingkan teknologi yang lebih baru:

  • Kecepatan: Jelas lebih lambat dari teknologi fast charging modern.
  • Kompatibilitas: Tidak semua perangkat mendukung Quick Charge 2.0. Smartphone yang lebih baru biasanya menggunakan standar yang berbeda.
  • Efisiensi: Secara efisiensi energi, teknologi yang lebih baru biasanya lebih baik. Artinya, Quick Charge 2.0 mungkin menghasilkan panas yang lebih banyak saat mengisi daya.
Perbandingan kecepatan pengisian daya berbagai teknologi
Perbandingan kecepatan pengisian daya: terlihat Quick Charge 2.0 sudah jauh tertinggal.

Jadi, Masih Layak Dibeli di Tahun Ini?

Kalau kamu punya smartphone lawas yang mendukung Quick Charge 2.0, ya masih oke lah. Tapi kalau kamu mau beli charger baru, mending pilih yang mendukung teknologi yang lebih baru dan lebih cepat. Harganya juga nggak beda jauh kok.

"Quick Charge 2.0 itu kayak mantan. Dulu pernah jadi yang terbaik, tapi sekarang sudah ada yang lebih baik."

Upgrade ke Teknologi yang Lebih Cepat, atau Tetap Setia dengan yang Lama?

Pada akhirnya, pilihan ada di tanganmu. Kalau budget terbatas dan smartphone kamu masih pakai Quick Charge 2.0, ya sudah manfaatkan saja yang ada. Tapi kalau ada rezeki lebih, upgrade ke teknologi fast charging yang lebih modern tentu akan memberikan pengalaman yang lebih baik.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow