Prime Video Perkenalkan Konten Internasional Asia untuk 2026
Kebiasaan menonton kini fleksibel, tidak terbatas ruang dan waktu. Gawai dan televisi pintar menjadi sarana utama menikmati berbagai kisah dari seluruh dunia melalui layanan streaming.
Drama Korea, anime Jepang, dan film India memperkaya selera sekaligus membuka jendela budaya lintas negara. Berbagai platform global berlomba menyajikan cerita autentik dari Asia ke panggung dunia.
Salah satunya adalah Prime Video Presents: International Originals, ajang global yang menampilkan konten internasional. Layanan streaming ini memperkenalkan cuplikan produksi Jepang, Korea, dan India yang dijadwalkan tayang sepanjang 2026.
Ajang ini dipresentasikan oleh Gaurav Gandhi, Vice President, APAC & ANZ, Prime Video, sebagai etalase awal sebelum pengumuman daftar lengkapnya.
Kegiatan di London ini juga menghadirkan Kelly Day, VP of Prime Video & Amazon MGM Studios International, serta Nicole Clemens, VP of International Originals, bersama tim kreatif dari berbagai negara. Beberapa nama yang hadir antara lain Stanley Tucci, Nicole Wallace, Park Min-young, Wi Ha-jun, Dolores Fonzi, Alia Bhatt, hingga Mercedes Ron.
Cerita dari Jepang, Korea, dan India semakin menonjol dalam percakapan global. Banyak yang berhasil masuk daftar tontonan terpopuler lintas negara, termasuk di luar pasar berbahasa Inggris. Karya-karya ini, yang berakar kuat pada identitas lokal, berbicara tentang emosi universal dan melampaui batas geografis.
Popularitas anime terus meningkat. Dalam presentasi tersebut, diperkenalkan tiga judul yang akan menjadi bagian dari jajaran 2026.
Salah satunya adalah reboot Fist of the North Star berjudul FIST OF THE NORTH STAR: HOKUTO NO KEN. Diproduksi oleh TMS Entertainment, versi terbaru ini memadukan teknologi CGI mutakhir dan animasi gambar tangan, merayakan 40 tahun waralaba tersebut. Kisah Kenshiro dihidupkan kembali dalam dunia pasca-apokaliptik.
Judul lain yang diperkenalkan adalah Ghost in the Shell, saga cyberpunk yang mengeksplorasi batas manusia dan teknologi. Berawal dari manga karya Shirow Masamune pada 1989, kisah Mayor Motoko Kusanagi telah berkembang menjadi fenomena lintas media. Produksi terbaru ini digarap oleh studio Science SARU.
Selain itu, From Old Country Bumpkin to Master Swordsman musim kedua melanjutkan perjalanan Beryl Gardenant. Instruktur pedang dari desa ini menghadapi tantangan baru setelah menjadi Master Swordsman. Cerita ini sebelumnya masuk jajaran Top 10 di banyak negara.
Konten Korea: Romansa Berbalut Spektrum Genre
Drama Korea tetap menjadi tontonan global, terutama dengan kombinasi romansa, thriller, dan epik sejarah. Sejumlah judul baru dipresentasikan dengan pendekatan lintas genre dan produksi berskala besar.
Absolute Value of Romance menghadirkan kisah siswi SMA yang diam-diam menjadi novelis web. Human x Gumiho (judul sementara) memadukan romansa dan mitologi melalui karakter gumiho berusia 2.000 tahun. Siren’s Kiss adalah thriller psikologis tentang misteri kematian.
Romansa dunia kerja menjadi fokus See You at Work Tomorrow!, sementara Love in Disguise menggabungkan aksi dan asmara dalam misi penyamaran mantan perwira pasukan khusus. Untuk drama kolosal, The Sacred Jewel (judul sementara) mengambil latar invasi Mongol ke Goryeo pada abad ke-13, tentang perebutan relik suci di tengah peperangan.
Konten India: Perspektif Perempuan dan Generasi Muda
Dari India, cuplikan film Don’t Be Shy diperkenalkan sebagai drama coming-of-age dengan sudut pandang perempuan. Ditulis dan disutradarai oleh Sreeti Mukerji serta diproduksi oleh Alia Bhatt dan Shaheen Bhatt, film ini menyoroti dinamika remaja dan proses pendewasaan.
Presentasi ini menjadi pengantar sebelum pengumuman lebih lengkap pada Maret mendatang.
"Kami dengan bangga menghadirkan preview awal judul-judul menarik dari jajaran Anime, Korea, dan India pada ajang perdana Prime Video Presents: International Originals,” ujar Gaurav Gandhi, Vice President, APAC & ANZ, Prime Video.
Menurutnya, tayangan ini disiapkan bagi pelanggan pada 2026. Konten dari Jepang, Korea, dan India kini menjadi kekuatan budaya yang signifikan dalam hiburan global, didorong oleh cerita yang autentik secara emosional.
"Dengan momentum penonton yang kuat dan kemitraan mendalam bersama para kreator di kawasan ini, jajaran 2026 ini menegaskan komitmen jangka panjang untuk mengangkat cerita Asia di panggung global. Nantikan berbagai pengumuman lainnya sepanjang tahun ini," jelasnya.
Melalui proyek tersebut, terlihat bahwa hiburan global tidak lagi berpusat pada satu bahasa atau wilayah. Cerita-cerita Asia kini berdiri sejajar, membawa warna budaya masing-masing ke layar dunia. Bagi penonton, ini berarti semakin banyak pilihan untuk dijelajahi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow