Prabowo Tawarkan Diri Jadi Mediator Konflik Israel-Iran
Presiden Prabowo Subianto menawarkan diri untuk menjadi mediator dalam upaya menghentikan aksi saling serang antara Israel dan Iran. Kementerian Luar Negeri menyampaikan kesiapan ini melalui akun X @Kemlu_RI.
Menurut keterangan @Kemlu_RI, Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Republik Indonesia, siap memfasilitasi dialog demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia melakukan mediasi langsung di Teheran.
Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Israel menyerang sejumlah permukiman sipil di Iran, termasuk Tehran, Isfahan, dan kota-kota lainnya pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Salah satu fasilitas yang menjadi sasaran adalah kantor pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Selain itu, sebuah asrama putri di Isfahan dilaporkan hancur, menyebabkan puluhan siswi tewas.
Serangan ini terjadi saat berlangsungnya putaran ketiga pembicaraan damai AS-Iran di Jenewa yang dimediasi oleh Oman. Iran kemudian melancarkan serangan balasan, berlandaskan pada hak yang diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB. Selain Tel Aviv, Iran juga menyerang pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
Think tank GREAT Institute memberikan dukungan terhadap langkah Prabowo. Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute, menilai bahwa serangan Israel telah merusak jalur diplomasi yang sebelumnya menunjukkan kemajuan.
Teguh menyatakan, "Ini membuktikan pemerintahan Benjamin Netanyahu punya kepentingan lain yang merugikan perdamaian kawasan juga membahayakan keselamatan warga Israel sendiri," dalam keterangannya, Sabtu, 28 Februari malam.
Teguh, yang juga merupakan dosen Hubungan Internasional UIN Syarief Hidayatullah, berpendapat bahwa pembicaraan damai harus terus berjalan dengan pendekatan baru, termasuk melibatkan Indonesia sebagai mediator. Ia juga menilai serangan balasan Iran sebagai upaya untuk "menyamakan" kedudukan dan menganggapnya legal karena dijamin oleh Piagam PBB. Teguh berharap, setelah "kedudukan disamakan", ketegangan akan mereda dan kedua belah pihak dapat kembali ke meja perundingan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow