Prabowo Siap ke Iran Fasilitasi Dialog Keamanan

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk pergi ke Iran. Tujuannya adalah memfasilitasi dialog untuk mewujudkan kembali situasi keamanan yang kondusif.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), menyatakan penyesalannya atas kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Kegagalan ini berdampak pada meningkatnya eskalasi militer di wilayah Timur Tengah.

Indonesia mengimbau semua pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi. Pemerintah juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing negara, serta menyelesaikan perbedaan melalui cara-cara damai.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian pernyataan Kemlu.

Langkah ini adalah wujud komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas global. Hal ini selaras dengan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dipegang teguh.

Kementerian Luar Negeri menilai bahwa meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia.

Pemerintah mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan waspada. WNI diminta untuk mengikuti arahan otoritas setempat serta menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat untuk memastikan keselamatan dan keamanan.

Pada Sabtu (28/2), Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut merupakan yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sejak serangan pertama pada Juni 2025.

Trump menyatakan bahwa pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung mengenai program nuklir Iran yang dimediasi Oman. Putaran pertama dan kedua digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, berfokus pada pembatasan pengayaan serta persediaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.

Putaran ketiga perundingan berlangsung pada Kamis (26/2) di Jenewa, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow