Bingung Ibid, Op. Cit, Loc. Cit? Ini Bedanya Biar Gak Salah!

Smallest Font
Largest Font

Pernahkah Anda membaca sebuah karya tulis ilmiah, kemudian menemukan singkatan-singkatan aneh seperti "Ibid.," "Op. Cit.," atau "Loc. Cit." di bagian catatan kaki (footnote) atau daftar pustaka? Jika iya, jangan khawatir, Anda tidak sendirian. Banyak orang, bahkan yang sudah terbiasa menulis karya ilmiah, masih sering tertukar dalam menggunakan ketiga istilah ini. Padahal, ketiganya memiliki fungsi yang berbeda dan penting untuk keakuratan sitasi.

Diagram perbedaan penggunaan ibid, op cit, dan loc cit dalam sitasi.
Memahami perbedaan Ibid, Op. Cit, dan Loc. Cit membantu akurasi penulisan ilmiah.

Apa Itu Ibid?

Ibid. adalah singkatan dari kata Latin ibidem, yang berarti "di tempat yang sama." Dalam konteks sitasi, Ibid. digunakan untuk merujuk pada sumber yang sama persis dengan sumber yang disebutkan sebelumnya, termasuk halaman yang sama.

Contoh Penggunaan Ibid:

  1. 1 John Doe, The History of Everything (New York: Random House, 2000), 25.
  2. 2 Ibid.

Pada contoh di atas, catatan kaki nomor 2 (2) merujuk pada sumber yang sama dengan catatan kaki nomor 1 (1), yaitu buku The History of Everything karya John Doe, dan halaman yang sama, yaitu halaman 25.

Kapan Menggunakan Ibid?

  • Ketika Anda ingin merujuk sumber yang sama persis (buku, artikel, dan halaman) dengan catatan kaki sebelumnya.
  • Pastikan tidak ada catatan kaki lain yang menyela di antara keduanya.

Apa Itu Op. Cit?

Op. Cit. adalah singkatan dari kata Latin opere citato, yang berarti "dalam karya yang telah dikutip." Istilah ini digunakan untuk merujuk pada sumber yang sudah pernah disebutkan sebelumnya, tetapi tidak persis pada catatan kaki sebelumnya. Anda menggunakan Op. Cit. ketika Anda ingin merujuk buku atau artikel yang sudah pernah dikutip, tetapi halaman yang dirujuk berbeda dari catatan kaki sebelumnya.

Contoh Penggunaan Op. Cit.:

  1. 1 John Doe, The History of Everything (New York: Random House, 2000), 25.
  2. 2 Jane Smith, The Future of Nothing (London: Penguin, 2010), 100.
  3. 3 Doe, Op. Cit., 45.

Pada contoh di atas, catatan kaki nomor 3 (3) merujuk kembali ke buku The History of Everything karya John Doe (yang sudah disebutkan di catatan kaki nomor 1), tetapi pada halaman yang berbeda, yaitu halaman 45.

Kapan Menggunakan Op. Cit?

  • Ketika Anda ingin merujuk buku atau artikel yang sudah pernah dikutip sebelumnya, tetapi pada halaman yang berbeda.
  • Pastikan nama penulis dan judul karya sudah pernah disebutkan lengkap sebelumnya.

Apa Itu Loc. Cit?

Loc. Cit. adalah singkatan dari kata Latin loco citato, yang berarti "di tempat yang telah dikutip." Istilah ini mirip dengan Op. Cit., yaitu merujuk pada sumber yang sudah pernah disebutkan. Namun, perbedaannya adalah Loc. Cit. secara spesifik merujuk pada tempat yang sama dalam sebuah karya, misalnya sebuah catatan kaki atau bagian tertentu dalam teks.

Penggunaan Loc. Cit. kini semakin jarang. Kebanyakan gaya penulisan lebih memilih Ibid. jika merujuk pada halaman yang sama persis dengan catatan kaki sebelumnya, atau Op. Cit. jika merujuk pada karya yang sama tetapi halaman yang berbeda.

Contoh Penggunaan Loc. Cit. (Jarang Digunakan):

  1. 1 John Doe, The History of Everything (New York: Random House, 2000), bab 2.
  2. 2 Jane Smith, The Future of Nothing (London: Penguin, 2010), 100.
  3. 3 Doe, Loc. Cit.

Pada contoh di atas, catatan kaki nomor 3 (3) merujuk kembali ke bab 2 dalam buku The History of Everything karya John Doe (yang sudah disebutkan di catatan kaki nomor 1).

Kapan Menggunakan Loc. Cit? (Sebaiknya Dihindari)

  • Dahulu digunakan ketika ingin merujuk bagian yang sama dari sebuah karya yang sudah disebutkan sebelumnya.
  • Sebaiknya gunakan Ibid. atau Op. Cit. untuk kejelasan yang lebih baik.

Tabel Perbandingan: Ibid., Op. Cit., dan Loc. Cit.

Istilah Arti Penggunaan
Ibid. Di tempat yang sama Sumber dan halaman sama persis dengan catatan kaki sebelumnya.
Op. Cit. Dalam karya yang telah dikutip Sumber sama, tetapi halaman berbeda dari catatan kaki sebelumnya.
Loc. Cit. Di tempat yang telah dikutip (Jarang digunakan) Sumber sama, bagian yang sama (misalnya bab) dengan catatan kaki sebelumnya. Sebaiknya hindari.
Contoh tampilan daftar pustaka dengan berbagai jenis referensi.
Contoh tampilan daftar pustaka dengan berbagai jenis referensi.

Masih Bingung Mau Pakai yang Mana?

Jika Anda masih ragu dalam menggunakan Ibid., Op. Cit., atau Loc. Cit., sebaiknya konsultasikan dengan panduan gaya penulisan (style guide) yang digunakan dalam karya ilmiah Anda. Beberapa panduan, seperti APA atau MLA, memiliki aturan spesifik mengenai penggunaan ketiga istilah ini. Jika memungkinkan, gunakan sistem sitasi modern seperti Chicago Manual of Style, yang cenderung menghindari penggunaan ketiganya demi kejelasan dan kemudahan pembaca.

Jadi, Kapan Harus Menggunakan Ibid, Op Cit, atau Loc Cit?

Singkatnya, gunakan Ibid. jika merujuk ke sumber yang sama persis dengan catatan kaki sebelumnya. Gunakan Op. Cit. jika merujuk ke sumber yang sudah pernah disebutkan, tetapi halamannya berbeda. Dan, untuk amannya, hindari penggunaan Loc. Cit. karena sudah jarang digunakan dan bisa digantikan dengan Ibid. atau Op. Cit. agar lebih jelas. Dengan memahami perbedaan ketiganya, Anda akan dapat membuat sitasi yang lebih akurat dan profesional!

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow