Pemain AoV SEA Games 2025 Ditangkap atas Kecurangan
Dua pemain Arena of Valor (AoV), Tokyogurl dan Cheerio, ditangkap oleh kepolisian Thailand atas dugaan kecurangan dalam turnamen AoV ladies di SEA Games 2025. Kasus ini mencoreng citra kompetisi dan memicu kekecewaan di kalangan penggemar esports.
Investigasi menunjukkan bahwa Tokyogurl menggunakan aplikasi berbagi layar, memungkinkan Cheerio untuk memainkan akunnya selama pertandingan resmi SEA Games 2025.
Akibatnya, Tokyogurl didiskualifikasi dari SEA Games 2025 dan dikeluarkan dari tim Talon Esports. Garena juga menjatuhkan hukuman larangan bermain seumur hidup di semua turnamen resmi AoV.
Meskipun Tokyogurl menyangkal tuduhan tersebut, Cheerio mengakui perbuatan mereka, membenarkan adanya praktik joki akun.
Pada 4 Februari, kepolisian Thailand bergerak mengamankan Tokyogurl dan Cheerio setelah mengumpulkan bukti yang cukup. Penggeledahan dilakukan di tiga lokasi berbeda, termasuk rumah dan apartemen keduanya.
Keduanya muncul dalam konferensi pers pada 13 Februari. Kepolisian Thailand menyatakan bahwa tindakan joki ini termasuk tindak pidana yang dapat dihukum penjara hingga dua tahun, denda hingga 4 ribu Baht, atau keduanya.
Cheerio mengaku tergiur iming-iming hadiah iPhone terbaru jika berhasil meraih medali emas, atau hadiah kecil jika kalah, yang cukup untuk membayar tagihan atau bensin.
Reaksi atas Insiden
Presiden Esports Association of Thailand, Santi Lothong, mengaku kecewa dengan kejadian ini. Ia menegaskan bahwa kecurangan tidak dapat ditolerir dalam turnamen esports, karena kemenangan yang diraih dengan cara curang tidak membawa kebanggaan.
"Insiden ini menunjukkan bahwa atlet tidak hanya berlatih untuk kompetisi tetapi juga berlatih taktik curang, yang bukan bagian dari peraturan pelatihan atlet kita. Siapa pun yang mencoba ini tidak bermain dengan benar," kata Lothong.
Pol. Maj. Gen. Phatthanasak Bubphasukwan, dari Crime Suppression Division Thailand, mengingatkan atlet esports Thailand untuk tidak melanggar regulasi turnamen dan hukum yang berlaku di Thailand.
Sidang untuk Tokyogurl dan Cheerio dijadwalkan pada 17 Maret 2026.
| Siapa Tokyogurl dan Cheerio, dan apa peran mereka dalam kasus ini? | Bagaimana bentuk kecurangan yang dilakukan dalam turnamen AoV SEA Games 2025? | Apa sanksi yang dijatuhkan kepada Tokyogurl dan Cheerio? | Apa motif di balik tindakan kecurangan ini? | Bagaimana tanggapan pihak resmi terhadap kasus ini? |
|---|---|---|---|---|
| Tokyogurl adalah pemain timnas Thailand Arena of Valor, sementara Cheerio adalah pemain lain yang membantu melakukan kecurangan dengan sistem joki. | Tokyogurl menggunakan aplikasi screen sharing sehingga Cheerio bisa memainkan akun miliknya dalam pertandingan resmi. | Tokyogurl didiskualifikasi dari SEA Games, dikeluarkan dari Talon Esports, dan mendapat ban seumur hidup dari Garena. Keduanya juga menghadapi ancaman hukuman pidana di Thailand. | Cheerio mengaku dijanjikan hadiah berupa iPhone terbaru jika berhasil meraih medali emas, atau hadiah kecil untuk kebutuhan sehari-hari jika kalah. | Presiden Esports Association of Thailand, Santi Lothong, menyatakan kecewa dan menegaskan bahwa kemenangan dengan cara curang tidak membawa kebanggaan. Kepolisian Thailand juga memperingatkan atlet esports untuk tidak melanggar regulasi maupun hukum. |
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow