Pelangi Biasa dan Pelangi Dispersi: Apa Bedanya, Sih?

Smallest Font
Largest Font

Siapa sih yang tidak terpukau melihat pelangi? Fenomena alam yang satu ini selalu berhasil menghadirkan senyum. Tapi, pernahkah Anda bertanya-tanya, sebenarnya ada berapa jenis pelangi? Nah, ternyata, secara garis besar, kita mengenal dua jenis utama: pelangi biasa dan pelangi dispersi. Keduanya cantik, namun proses pembentukannya sedikit berbeda.

Pelangi biasa, atau yang sering kita lihat setelah hujan, terbentuk melalui proses pembiasan dan pemantulan cahaya matahari oleh tetesan air hujan. Cahaya matahari yang tampak putih sebenarnya terdiri dari berbagai warna. Saat melewati tetesan air hujan, setiap warna cahaya dibelokkan (dibiaskan) dengan sudut yang berbeda. Kemudian, cahaya tersebut dipantulkan di bagian dalam tetesan air, dan keluar lagi menuju mata kita.

Diagram pembentukan pelangi biasa
Ilustrasi detail pembiasan dan pemantulan cahaya dalam tetesan air yang menghasilkan pelangi biasa.

Proses Pembentukan Pelangi Biasa: Step-by-Step

  1. Cahaya matahari memasuki tetesan air hujan.
  2. Cahaya dibiaskan (dibelokkan) dan dipisahkan menjadi warna-warna spektrum.
  3. Cahaya dipantulkan di bagian dalam tetesan air.
  4. Cahaya keluar dari tetesan air dan menuju mata pengamat.

Urutan warna pada pelangi biasa selalu sama: merah di bagian paling atas, diikuti jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu di bagian paling bawah.

Lantas, Apa Itu Pelangi Dispersi?

Pelangi dispersi (kadang disebut juga pelangi supernumerary) adalah fenomena yang lebih jarang terjadi. Pelangi jenis ini muncul sebagai pita-pita berwarna pucat di bagian dalam pelangi utama (pelangi biasa). Warna-warna pada pelangi dispersi biasanya lebih tipis dan kurang jelas dibandingkan pelangi biasa.

Foto pelangi dispersi atau supernumerary
Foto yang menunjukkan pita-pita berwarna pucat (pelangi dispersi) di bagian dalam pelangi utama.

Penyebab Pelangi Dispersi

Pelangi dispersi disebabkan oleh interferensi gelombang cahaya. Interferensi terjadi ketika gelombang cahaya dari berbagai bagian tetesan air saling berinteraksi. Jika gelombang-gelombang tersebut bertemu dalam fase yang sama, mereka akan saling memperkuat (interferensi konstruktif), menghasilkan warna yang lebih terang. Sebaliknya, jika gelombang-gelombang tersebut bertemu dalam fase yang berlawanan, mereka akan saling melemahkan (interferensi destruktif), menghasilkan warna yang lebih redup.

Penting diperhatikan: Pelangi dispersi lebih mungkin terjadi ketika tetesan air hujan berukuran seragam dan kecil. Kondisi ini memungkinkan terjadinya interferensi gelombang cahaya yang lebih teratur.

Perbedaan Utama: Pelangi Biasa vs. Pelangi Dispersi

Berikut adalah tabel yang merangkum perbedaan utama antara pelangi biasa dan pelangi dispersi:

Fitur Pelangi Biasa Pelangi Dispersi
Proses Pembentukan Pembiasan dan pemantulan cahaya Interferensi gelombang cahaya
Penampakan Warna jelas dan teratur (merah, jingga, kuning, dll.) Pita-pita warna pucat di dalam pelangi utama
Frekuensi Kemunculan Lebih sering terjadi Lebih jarang terjadi
Ukuran Tetesan Air Hujan Tidak terlalu berpengaruh Membutuhkan tetesan air hujan berukuran seragam dan kecil
Diagram dispersi cahaya
Proses dispersi cahaya matahari menjadi warna-warna spektrum saat melewati prisma atau tetesan air.

Masih Bingung Bedanya? Lebih Suka yang Mana?

Intinya, pelangi biasa terbentuk karena cahaya dibelokkan dan dipantulkan oleh tetesan air, sementara pelangi dispersi muncul akibat gelombang cahaya saling berinteraksi. Keduanya indah, meskipun pelangi dispersi lebih unik karena jarang terlihat. Jika Anda punya kesempatan melihat pelangi dispersi, jangan lupa abadikan momen tersebut!

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow