Masih Relevan Nggak Sih Nonton AADC 2 Sekarang?

Smallest Font
Largest Font

Sebagai seseorang yang tumbuh besar dengan AADC (Ada Apa Dengan Cinta) pertama, ekspektasi saya terhadap AADC 2 jujur aja tinggi banget. Waktu film ini keluar di tahun 2016, rasanya kayak reuni akbar sama teman-teman lama. Tapi, setelah bertahun-tahun berlalu, dan udah nonton ulang berkali-kali, pertanyaan yang muncul adalah: masih relevan nggak sih AADC 2 ini ditonton sekarang?

Nggak bisa dipungkiri, daya tarik utama AADC 2 adalah nostalgia. Melihat Rangga dan Cinta kembali, dengan segala kerumitan dan drama yang mereka bawa, bener-bener bikin hati berdebar. Apalagi, lagu-lagu dari Melly Goeslaw masih sama nempelnya di kepala. Tapi, nostalgia aja nggak cukup untuk bikin sebuah film tetap bagus, kan?

Reuni pemain AADC 2
Kebersamaan para pemain AADC 2 saat promosi film, membangkitkan kenangan indah.

Alur Cerita yang... Ya Gitu Deh

Jujur, alur cerita AADC 2 ini menurut saya agak maksa. Pertemuan Rangga dan Cinta di Yogyakarta terasa terlalu kebetulan. Konflik-konflik yang muncul juga nggak se-nendang film pertamanya. Beberapa dialog terasa kaku dan kurang natural. Mungkin ini karena ekspektasi saya yang terlalu tinggi, atau mungkin juga karena film ini memang nggak se-magis yang pertama.

Karakter yang Kurang Berkembang

Selain Rangga dan Cinta, karakter-karakter lain di AADC 2 terasa kurang berkembang. Teman-teman Cinta, seperti Maura, Carmen, dan Milly, lebih berfungsi sebagai comic relief daripada karakter yang punya peran penting dalam cerita. Bahkan Alya, yang di film pertama punya peran cukup signifikan, di sini cuma muncul sekilas.

Visual yang Lebih Matang

Salah satu hal yang saya suka dari AADC 2 adalah visualnya. Pengambilan gambar di Yogyakarta bener-bener memanjakan mata. Sinematografinya juga lebih matang dibandingkan film pertamanya. AADC 2 berhasil menangkap keindahan Yogyakarta dengan cara yang modern dan artistik.

Lokasi syuting AADC 2 di Yogyakarta
Yogyakarta menjadi daya tarik visual yang kuat dalam film AADC 2.

Akting yang Solid

Dian Sastro dan Nicholas Saputra masih memberikan penampilan yang solid sebagai Rangga dan Cinta. Mereka berhasil membawakan karakter-karakter ini dengan cara yang lebih dewasa dan kompleks. Chemistry mereka berdua juga masih kuat, meskipun ada beberapa momen yang terasa agak dipaksakan.

Kekurangan yang Nggak Bisa Ditutupi Nostalgia

Meskipun AADC 2 punya banyak momen nostalgia yang menyenangkan, film ini nggak luput dari kekurangan. Alur cerita yang kurang kuat, karakter yang kurang berkembang, dan beberapa dialog yang terasa kaku adalah beberapa hal yang menurut saya mengurangi kualitas film ini. Tapi, terlepas dari itu semua, AADC 2 tetaplah sebuah film yang layak ditonton, terutama bagi mereka yang tumbuh besar dengan film pertamanya.

  • Kelebihan: Nostalgia yang kuat, visual yang memanjakan mata, akting yang solid.
  • Kekurangan: Alur cerita kurang kuat, karakter kurang berkembang, dialog yang kurang natural.

Jadi, Masih Worth It Nggak Nonton AADC 2?

Kalau kamu nyari film dengan cerita yang kompleks dan karakter yang mendalam, mungkin AADC 2 bukan pilihan yang tepat. Tapi, kalau kamu pengen nostalgia, ngeliat Rangga dan Cinta lagi, dan menikmati keindahan Yogyakarta, film ini masih worth it kok ditonton. Beli tiketnya kalau kamu kangen masa-masa SMA, tapi jangan berekspektasi terlalu tinggi biar nggak kecewa!

Adegan terakhir AADC 2
Ending AADC 2 yang menggantung, meninggalkan pertanyaan besar bagi penonton.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed