Mick Jagger Bantah Terlibat Film Dokumenter Melania Trump

Smallest Font
Largest Font

Keterlibatan Mick Jagger, vokalis The Rolling Stones, dalam film dokumenter tentang istri Donald Trump, "Melania", menuai kontroversi. Jagger membantah memberikan izin penggunaan lagu "Gimme Shelter" dalam film tersebut.

Produser film, Marc Beckman, mengklaim bahwa Jagger terlibat langsung dalam perizinan. Namun, sumber internal yang dekat dengan Jagger membantah klaim tersebut.

Perwakilan The Rolling Stones menyatakan bahwa band tersebut tidak terlibat dalam kesepakatan lisensi lagu. "Kesepakatan lisensi dibuat secara eksklusif antara pemegang hak cipta ABKCO dan produser Melania. Band sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal itu," kata perwakilan resmi The Rolling Stones, dikutip Guardian, Minggu, 1 Maret.

Hak siar karya-karya lawas The Rolling Stones menjadi akar permasalahan. Sejak awal 1970-an, hak atas katalog rekaman sebelum 1971, termasuk lagu “Gimme Shelter”, “Satisfaction”, hingga “Sympathy for the Devil”, dikuasai oleh ABKCO, perusahaan yang didirikan oleh mendiang Allen Klein.

ABKCO memiliki wewenang hukum untuk melisensikan lagu-lagu tersebut tanpa persetujuan langsung dari personel band secara kontraktual. Meski hubungan band dan ABKCO membaik selama 50 tahun terakhir, penggunaan lagu untuk kepentingan politik atau tokoh kontroversial tetap menjadi isu sensitif bagi The Rolling Stones.

Bantahan keras dari Jagger dipicu oleh perseteruan panjang antara The Rolling Stones dan Donald Trump. Sejak kampanye 2016 hingga 2020, Trump kerap memutar lagu-lagu Stones di rapat umum politiknya meski dilarang keras oleh band.

The Rolling Stones bekerjasama dengan organisasi hak pertunjukan untuk memblokir penggunaan katalog mereka dari kampanye Trump melalui jalur hukum pada tahun 2020. Perseteruan ini terjadi jauh sebelum Trump terjun ke politik.

Keith Richards dikabarkan hampir menyerang Trump dengan pisau di Atlantic City pada Desember 1989 karena Trump melanggar kesepakatan kontrak promosi konser.

"Keith mengeluarkan pisaunya, menghantamkannya ke meja dan berkata, 'Untuk apa aku mempekerjakanmu? Haruskah aku pergi ke sana dan memecatnya sendiri? Salah satu dari kita harus keluar dari gedung ini—dia atau kita'," kenang promotor Michael Cohl tentang insiden pengusiran Trump dari gedungnya sendiri kala itu.

Hingga saat ini, pihak ABKCO belum memberikan pernyataan resmi terkait masalah lisensi lagu di dokumenter Melania Trump tersebut.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed