Mendagri Dorong Kementan Percepat Pemulihan 1.500 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Pidie Jaya

Smallest Font
Largest Font

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti urgensi pemulihan lahan pertanian di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang kini lumpuh akibat endapan lumpur pascabanjir. Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, ia mengharapkan intervensi cepat dari Kementerian Pertanian agar produktivitas pangan di wilayah tersebut tidak terganggu.

Kondisi di lapangan menunjukkan sekitar 1.500 hektare sawah warga mengalami kerusakan signifikan karena tertimbun material lumpur dengan ketebalan bervariasi antara 50 sentimeter hingga 1 meter. Selain lahan yang rusak berat, terdapat ribuan hektare area persawahan lainnya yang terdampak dengan intensitas ringan hingga sedang.

Tito Karnavian menegaskan bahwa Kabupaten Pidie Jaya memegang peran krusial sebagai lumbung pangan daerah dengan total luas lahan mencapai 8.800 hektare. Kerusakan masif ini dikhawatirkan akan memicu penurunan angka produksi padi secara nasional jika proses normalisasi lahan berjalan lambat.

Mudah-mudahan nanti Pak Menteri Pertanian, Amran Sulaiman memberikan perhatian segera terhadap kondisi lahan untuk bisa kembali produktif, ujar Tito dalam keterangan resminya pada Sabtu, 21 Februari. Ia menambahkan bahwa upaya rehabilitasi mendesak dilakukan demi menjaga kesejahteraan masyarakat lokal yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Data Estimasi Kerusakan Lahan Pertanian di Kabupaten Pidie Jaya
Kondisi KerusakanEstimasi Luas Lahan (Hektare)Ketebalan Lumpur
Rusak Berat1.50050 cm - 1 meter
Rusak Sedang/RinganRibuan (Data Berjalan)Bervariasi
Total Lahan Pertanian Daerah8.800N/A

Rehabilitasi lahan melalui pembersihan sisa banjir menjadi prioritas agar sawah-sawah tersebut dapat segera difungsikan kembali sebagai lahan tanam. Karena ini kasian juga masyarakatnya, di samping itu produksi padi kita kan bisa berkurang juga, pungkasnya menekankan dampak ekonomi bagi petani setempat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow