Masjid IKN Sediakan 700 Porsi Takjil Bubur Nusantara

Smallest Font
Largest Font

Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan hingga 700 porsi takjil setiap hari selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah untuk masyarakat yang ingin berbuka puasa.

Menurut Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, rasa manis dan kehangatan Ramadhan diharapkan tidak hanya terasa di lidah, tetapi juga dalam kebersamaan di masjid menjelang azan Magrib hingga Tarawih.

Masjid Negara IKN ingin terus menjalin kebersamaan dengan menyiapkan takjil untuk berbuka puasa, dengan menu andalan Bubur Nusantara. Bubur ini dimasak sendiri di pelataran masjid yang terletak di kawasan inti pusat pemerintahan.

Kehadiran Bubur Nusantara merupakan bagian dari upaya mengangkat kearifan lokal kawasan IKN dan daerah penyangga, karena resep bubur ini berasal dari Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, yang diwariskan turun-temurun dan biasanya hanya dihidangkan saat Ramadhan.

Bubur berwarna cokelat muda dengan taburan bubuk rempah keemasan itu dimasak selama kurang lebih satu setengah jam di dapur masjid. Beragam rempah yang diracik dalam bumbu kari menjadi kunci kelezatannya. Cita rasa lokal menemukan panggungnya di Ibu Kota Nusantara melalui dapur sederhana ini.

Alimuddin menambahkan, pihaknya mencoba mengangkat kearifan lokal sekitar IKN dan Kalimantan Timur, dengan harapan agar makin dikenal luas. Ia mempersilakan masyarakat umum untuk datang ke Masjid Negara, yang diharapkan menjadi simbol harmonisasi dan keberagaman.

Di Nusantara yang tengah bertumbuh ini, Bubur Nusantara bukan sekadar hidangan berbuka puasa, melainkan simbol bahwa Nusantara dibangun untuk semua, tanpa membedakan ras, agama, maupun golongan.

Salah seorang juru masak, Muhammad Tasrik, mengatakan bahwa identitas Bubur Nusantara terletak pada bumbu kari rempah. Aroma rempah inilah yang membuat bubur tersebut khas.

Menjelang waktu berbuka, masyarakat mulai berdatangan. Pegawai, pekerja konstruksi, keluarga, hingga anak-anak duduk berdampingan tanpa sekat. Tidak hanya umat Muslim, masyarakat non-Muslim pun turut hadir menikmati suasana kebersamaan Ramadhan. Semangkuk bubur menjadi jembatan sederhana yang mempertemukan beragam latar belakang dalam satu ruang yang sama.

Muslih, pekerja house keeping di Rumah Susun ASN, mengaku selalu menantikan momen berbuka di Masjid Negara IKN. "Seru berbuka di sini. Banyak masyarakat datang untuk menikmati takjil dengan menu beragam. Bubur Nusantara rasanya enak banget, gurih, bikin ketagihan," katanya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow