Layanan Umrah Diperketat, Kemenag Minta PPIU Patuhi Aturan
Pemerintah Arab Saudi memperketat aturan layanan umrah menjelang puncak Ramadan 1447 Hijriah. Pengetatan ini berfokus pada kejelasan paket layanan, terutama katering yang memperhatikan ketersediaan dan higienitas makanan, serta kepastian akomodasi hotel.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengimbau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk mematuhi ketentuan tersebut demi melindungi jemaah dari potensi kerugian.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.
"Pemerintah Arab Saudi ingin memastikan seluruh jemaah mendapatkan layanan yang jelas dan terjamin, terutama pada musim puncak Ramadan. Karena itu PPIU harus menaati aturan paket layanan yang telah ditetapkan," kata Puji, seperti dilansir dari laman kemenhaj, Sabtu, 28 Februari.
Surat yang ditandatangani oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi memuat sejumlah poin yang wajib dipenuhi oleh penyelenggara. Pertama, setiap paket umrah harus mencantumkan layanan katering secara tegas untuk menjamin konsumsi jemaah. Kedua, jemaah tidak diperbolehkan berangkat tanpa paket umrah yang riil dan telah disetujui, yang mencakup komponen layanan pokok demi keselamatan dan kualitas pelayanan. Ketiga, PPIU diminta memastikan kondisi jemaah selama di Arab Saudi melalui koordinasi dengan syarikah, serta wajib memiliki bukti pemesanan akomodasi di hotel resmi yang terdaftar pada Kementerian Pariwisata Arab Saudi.
Puji Raharjo menekankan pentingnya kepastian bagi jemaah. "Kami meminta seluruh penyelenggara perjalanan umrah segera menyesuaikan paket layanannya. Jangan sampai ada jemaah berangkat tanpa kepastian hotel, konsumsi, dan layanan dasar lainnya," tegasnya.
Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Akhmad Fauzin menambahkan bahwa pengetatan ini juga bertujuan meningkatkan kedisiplinan operasional penyelenggara umrah Indonesia. Menurutnya, lonjakan jemaah selama Ramadan memerlukan pengawasan layanan yang lebih ketat.
Fauzin menjelaskan, "Arab Saudi ingin memastikan kedatangan jemaah lebih tertib dan akomodasinya jelas. Ini juga untuk melindungi jemaah dari paket umrah yang tidak realistis atau tidak lengkap."
Fauzin mengimbau calon jemaah untuk berhati-hati dalam memilih PPIU. "Pastikan paket umrah mencakup tiket, hotel, transportasi, konsumsi, dan layanan lainnya sebelum berangkat," katanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow