Krisis Timur Tengah Ubah Rencana Perjalanan Personel F1

Smallest Font
Largest Font

Eskalasi krisis di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran berdampak pada perubahan rencana perjalanan hampir 1.000 personel Formula One (F1) untuk balapan pembuka tahun ini.

Seri pertama musim 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Maret 2026 di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia. Gangguan penerbangan internasional menyebabkan sejumlah staf diperkirakan absen.

Kepala Eksekutif Australian Grand Prix Corporation, Travis Auld, menyatakan banyak staf harus mengalihkan rute penerbangan untuk menghindari pusat transit internasional yang terdampak serangan rudal Iran, seperti Qatar dan Uni Emirat Arab.

Auld mengungkapkan bahwa ada hampir 1.000 orang yang sudah memesan penerbangan dan seharusnya tiba antara tanggal tersebut, tetapi semuanya harus diubah. Hal ini meliputi tim, pebalap, dan personel Formula One.

Balapan di Albert Park dipastikan tetap berjalan. Mobil balap dan perlengkapan pendukung sudah dikirim dari sesi uji coba pramusim di Bahrain sebelum konflik pecah sehingga kendala logistik yang lebih besar dapat dihindari.

Peralatan tersebut telah tiba di Melbourne dan siap dipersiapkan menjelang rangkaian balapan akhir pekan yang dimulai dengan sesi Latihan Bebas pada Jumat, 6 Maret 2026.

Beberapa staf lain sedang dalam perjalanan meskipun secara teknis balapan bisa tetap berjalan tanpa mereka, kata Auld. Ia juga memastikan semua staf yang lebih penting untuk balapan saat ini sudah berada di Australia.

Auld menambahkan, "Para pebalap akan berada di sini, para insinyur akan berada di sini, dan para kepala tim juga akan berada di sini. Mereka yang diprioritaskan untuk perjalanan sehingga Anda tidak akan melihat kejutan pebalap berbeda di balik helm."

Produsen ban Pirelli membatalkan uji coba ban basah di Bahrain akibat konflik tersebut. Dilaporkan sejumlah staf mereka pun masih tertahan di Manama, yang menjadi salah satu lokasi target dari serangan drone.

Beberapa anggota tim McLaren dan Mercedes juga disebut masih berada di Bahrain, termasuk pebalap ketiga baru Mercedes, Frederik Vesti, yang dua hari lalu mengunggah aktivitasnya di lintasan.

Formula One sangat terdampak akibat situasi di Iran dan sekitarnya. Olahraga ini dikenal harus melakukan perjalanan panjang mengelilingi dunia dan memiliki keterkaitan erat dengan lokasi serta investasi di Timur Tengah.

Putaran keempat musim ini masih dijadwalkan berlangsung di Bahrain pada awal April 2026. Setelah itu, seri kelima di Arab Saudi sepekan kemudian, tetapi situasi sekarang ini membuat kemungkinan penyelenggaraan di sana bisa terusik.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed