Konflik Timur Tengah Pengaruhi Penerbangan ke Bali

Smallest Font
Largest Font

Eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengakibatkan penutupan wilayah udara di beberapa negara, seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran, turut memengaruhi penerbangan internasional dari dan menuju Bali.

Sedikitnya lima penerbangan dari Bali terkena dampak situasi ini hingga Minggu, 1 Maret. Penerbangan tersebut adalah Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963), Emirates (EK369), Qatar Airways (QR961), dan Emirates (EK399).

Gangguan penerbangan ini berpotensi memengaruhi jumlah penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, baik karena pembatalan penerbangan maupun perubahan rute.

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi global tersebut. Layanan keimigrasian bagi penumpang tetap menjadi prioritas agar berjalan sesuai prosedur, meskipun terjadi perubahan jadwal penerbangan.

"Kami terus memantau dinamika global ini secara intensif. Prioritas utama kami adalah memastikan bahwa meskipun terjadi gangguan jadwal penerbangan, proses administrasi keimigrasian bagi penumpang tetap terlayani dengan baik dan sesuai prosedur," ujarnya.

Imigrasi Ngurah Rai juga mengantisipasi kemungkinan adanya warga negara asing yang mengalami *overstay* karena pembatalan penerbangan yang menyebabkan mereka tidak dapat meninggalkan Indonesia sesuai jadwal.

Penumpang yang masa izin tinggalnya hampir habis atau telah berakhir akibat kondisi darurat penerbangan diminta segera melapor ke kantor imigrasi atau pos layanan keimigrasian di bandara untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Penanganan kasus tersebut akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan mempertimbangkan kondisi *force majeure* akibat gangguan penerbangan internasional.

Imigrasi memastikan setiap kasus ditangani secara profesional dan proporsional dengan tetap mengedepankan kepastian hukum serta pelayanan publik.

Bugie mengimbau calon penumpang tujuan internasional, khususnya yang transit melalui Timur Tengah, untuk secara rutin memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai masing-masing serta berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum menuju bandara.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Imigrasi Ngurah Rai telah mengaktifkan sejumlah langkah siaga guna memastikan pelayanan tetap berjalan lancar.

Langkah-langkah tersebut meliputi penempatan personel tambahan di area kedatangan dan keberangkatan internasional untuk mengantisipasi antrean penumpang, koordinasi intensif dengan Angkasa Pura I, otoritas bandara, maskapai internasional, serta instansi terkait perubahan jadwal maupun pengalihan rute penerbangan.

Selain itu, dilakukan pemantauan pergerakan rute penerbangan secara *real-time* melalui aplikasi resmi maskapai dan sistem data penerbangan global, serta pembaruan *standard operating procedure* (SOP) disertai aktivasi rencana kontinjensi dalam menangani penumpang terdampak.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed