Kisah Masa Muda Kratos di God of War: Sons of Sparta
God of War: Sons of Sparta, yang dirilis pada 12 Februari 2026, membawa pemain ke masa lalu Kratos. Game ini mengeksplorasi masa remajanya di Agoge, sistem pelatihan militer Sparta yang brutal.
Game yang dikembangkan oleh Mega Cat Studios bersama Santa Monica Studio ini, merupakan prekuel resmi dari semesta God of War. Kisahnya berlatar jauh sebelum tragedi besar yang membentuknya menjadi legenda.
Cerita dimulai ketika Kratos, seorang kapten Sparta, mendapati putrinya, Calliope, membangkang. Untuk menjelaskan arti tanggung jawab, Kratos menceritakan pengalamannya di masa lalu.
Narasi beralih ke masa ketika Kratos berusia tiga belas tahun dan berusaha membuktikan diri. Dalam pertempuran melawan Cyclops, Deimos menyelamatkannya, menandai awal hubungan mereka. Kratos ingin menjadi yang terbaik, sementara Deimos lebih peduli pada orang lain.
Setelah insiden itu, mereka melaporkan ancaman di luar kota ke Sparta. Kratos berupaya memenuhi syarat Vanguard Circle, tingkatan tertinggi bagi kadet yang ingin memimpin unit.
Kabar hilangnya Vasilis, rekan mereka, memicu kegelisahan Deimos. Ia merasa keputusan untuk tidak mencari Vasilis bertentangan dengan semangat kebersamaan. Kratos berpendapat Vasilis tidak cukup kuat.
Dalam misi, mereka menemukan jejak Vasilis. Deimos menyampaikan keraguannya kepada Konstantinos, kepala Agoge, yang menekankan pentingnya tugas.
Deimos melanjutkan pencarian diam-diam, sementara Kratos awalnya menolak. Perdebatan memuncak ketika Deimos meminta Kratos membayangkan jika dirinya yang hilang, mengguncang keyakinannya.
Perjalanan mereka mengungkap monster di kilang anggur dan kelompok berbahaya di lumbung pangan. Tekanan merenggangkan hubungan mereka, tetapi tekad menemukan kebenaran mempersatukan mereka.
Terungkap bahwa Vasilis berusaha membuktikan dirinya berguna bagi Sparta. Fakta ini menyentuh Kratos, yang menyadari bahwa sikap kerasnya mungkin mengasingkan Vasilis.
Meskipun dilarang, Kratos melanjutkan pencarian, ingin menebus kesalahan. Akhirnya, mereka menemukan jasad Vasilis yang tewas oleh chimaera bernama Koteros.
Kratos dan Deimos membunuh monster itu, menemukan bukti perlawanan Vasilis. Bagi Sparta, ini adalah kehormatan. Mereka membawa jasad Vasilis kembali ke kota.
Di hadapan Konstantinos, Kratos bertanggung jawab penuh dan meminta hukuman. Konstantinos menolak hukuman fisik, tetapi Kratos tidak diizinkan bergabung dengan Vanguard Circle tahun itu.
Melalui kisah ini, God of War Sons of Sparta menampilkan momen penting dalam pembentukan karakter Kratos. Ia belajar bahwa kekuatan saja tidak cukup; kehilangan dan penyesalan membentuk jalan hidupnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow