Kemen Ekraf Dorong Kolaborasi ONIC dan Alter Ego di Industri Kreatif

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) berupaya menjembatani kolaborasi antara industri esports dan ekonomi kreatif. Langkah ini diwujudkan melalui audiensi antara Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, dengan perwakilan ONIC Esports dan Alter Ego Esports.

Pertemuan yang berlangsung di kantor Kemen Ekraf, Jakarta Pusat, membahas potensi sinergi yang lebih luas. Kolaborasi ini mencakup pengembangan Intellectual Property (IP), kerjasama merek (brand), hingga merchandising.

Irene Umar menekankan pentingnya keberlanjutan karir para atlet esports. Hal ini menjadi fokus utama dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif jangka panjang.

"Esports bukan hanya soal podium, tetapi juga perjuangan panjang di baliknya. Melalui ekonomi kreatif, kami ingin membantu tim dan atlet membangun branding, personal branding, serta kesiapan pascakarier agar tetap berkarya dan berdaya secara ekonomi,” ujar Wamen Ekraf Irene.

Inisiatif ini selaras dengan harapan MOONTON Games dalam memperluas dampak positif esports Mobile Legends. Kemenkraf dan Moonton telah lama menjalin kerjasama untuk mewujudkan hal ini.

Wamen Ekraf Irene meyakini kolaborasi ini akan memacu pertumbuhan esports dan menjadi pendorong ekonomi digital. Popularitas esports yang tinggi di masyarakat menjadi salah satu alasannya.

“Esports adalah bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Selama momentum ini dimanfaatkan dengan penguatan branding, kolaborasi, dan kapasitas talenta, esports dapat terus tumbuh dan berkontribusi sebagai the new engine of growth,” kata Wamen Ekraf Irene.

ONIC Esports dan Alter Ego Esports menyambut baik ajakan kolaborasi dari Kemen Ekraf. Mereka melihat peluang ini sejalan dengan tujuan organisasi mereka, termasuk dalam pengembangan bisnis.

Rheinhard Brain, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Alter Ego Esports, menyatakan bahwa organisasinya siap menjadi penghubung antara merek dan komunitas esports.

“Alter Ego hadir sebagai penghubung antara brand dan fans. Melalui konten, IP, dan merchandise, kami ingin memperkaya ekosistem esports dan membuka peluang kolaborasi yang berdampak, termasuk dengan brand lokal.”

Justin Widjaja, CEO ONIC Esports, juga menyampaikan antusiasme serupa. “ONIC adalah produk Indonesia, tetapi kami juga ingin Go International. Kami terbuka terhadap ide kolaborasi kreatif yang bisa dikerjakan bersama, dan relevan dengan anak muda.”

Kedepan, kolaborasi antara kedua organisasi esports dan Kemen Ekraf diharapkan dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, khususnya para penggemar esports.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow