Juventus Tersingkir dari Liga Champions Usai Kebobolan di Extra Time
Juventus harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Liga Champions. Sempat mengejar defisit gol, Bianconeri justru kebobolan di masa extra time saat menghadapi Galatasaray. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Allianz, Kamis (26 Februari 2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Juve, namun Galatasaray yang berhak melaju ke babak selanjutnya.
Kekalahan 5-2 pada leg pertama membuat Juventus berada dalam posisi sulit. Meski demikian, semangat juang tinggi diperlihatkan oleh tim asuhan Luciano Spalletti untuk membalikkan keadaan.
Sempat bermain dengan 10 orang setelah Lloyd Kelly mendapat kartu merah di awal babak kedua, Juventus tetap mampu unggul 3-0 hingga akhir waktu normal. Agregat 5-5 memaksa pertandingan dilanjutkan ke extra time.
Namun, di babak tambahan waktu, Galatasaray justru mampu mencetak dua gol melalui Victor Osimhen dan Baris Yilmaz, memupuskan harapan Juventus.
Galatasaray lolos ke babak 16 besar dengan agregat 7-5. Sementara itu, Serie A Italia hanya diwakili oleh Atalanta, setelah Inter Milan juga tersingkir lebih dulu.
Juventus langsung menekan pertahanan Galatasaray sejak awal pertandingan, berupaya mencetak gol cepat. Namun, gol baru tercipta setelah lebih dari 30 menit pertandingan berjalan.
Pelanggaran Lucas Torreira terhadap Khephren Thuram-Ulien di kotak terlarang menghasilkan penalti bagi Juventus. Manuel Locatelli sukses melaksanakan tugasnya, membawa Juve unggul 1-0 di menit ke-37.
Di babak kedua, Juventus kembali tampil menekan. Namun, kartu merah yang diterima Llyod Kelly setelah dinilai melanggar Yilmaz membuat situasi semakin sulit.
Wasit meninjau insiden tersebut melalui VAR. Kelly dan Yilmaz melompat untuk memperebutkan bola, namun kaki Kelly mengenai paha dan tumit Yilmaz. Keputusan tersebut membuat Kelly tak percaya.
Federico Gatti membela rekannya, "Keputusan yang absurd. Dia mendapatkan bola. Lalu apa yang dilakukan dengan posisi dia seperti itu? Terus terang, kami sebagai pemain belakang paling sering dihukum di sepak bola sekarang ini," seperti dikutip Football Italia.
"Di luar itu, reaksi yang ditunjukkan pemain sungguh luar biasa. Namun yang mengecewakan kami memang sudah kelelahan saat menjalani extra time," ujar Gatti.
Juventus tetap berjuang meski bermain dengan 10 pemain. Gatti berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0 di menit ke-70, memanfaatkan assist dari Pierre Kalulu.
Weston McKennie kemudian mencetak gol ketiga bagi Juventus di menit ke-82, membawa timnya unggul 3-0. Juventus membutuhkan satu gol lagi untuk memastikan kemenangan di waktu normal.
Namun, gol tambahan tak kunjung datang, dan pertandingan pun berlanjut ke extra time. Galatasaray justru mampu membalikkan keadaan. Osimhen mencetak gol pertama bagi Galatasaray di menit 105+1, mengubah skor menjadi 3-1.
Gol dari mantan striker Napoli itu seolah meruntuhkan mental pemain Juventus. Yilmaz kemudian menambah gol bagi Galatasaray di menit ke-119, menaklukkan kiper Mattia Perin.
Skor berubah menjadi 3-2 untuk Juventus. Kemenangan tersebut tak cukup membawa Juventus lolos, dan Galatasaray melaju ke babak selanjutnya untuk menghadapi Liverpool atau Tottenham Hotspur.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow