Mengenal Jenis Compression Tester dan Cara Penggunaannya yang Benar

Smallest Font
Largest Font

Ketika mesin mobil terasa kurang bertenaga, boros bahan bakar, atau sulit dihidupkan, salah satu penyebabnya bisa jadi adalah masalah pada kompresi silinder. Di sinilah peran penting compression tester. Alat ini memungkinkan kita untuk mengukur seberapa baik setiap silinder mesin menahan tekanan, sehingga dapat mendeteksi kebocoran atau kerusakan pada komponen internal.

Dua Jenis Compression Tester yang Umum Digunakan

Secara umum, terdapat dua jenis compression tester yang sering digunakan di bengkel otomotif maupun oleh mekanik rumahan:

1. Compression Tester Standar (Screw-in Type)

Jenis ini adalah yang paling umum dan mudah ditemukan. Cara kerjanya cukup sederhana: alat ini dipasang langsung ke lubang busi silinder yang akan diuji. Ketika mesin diengkol (cranking), tekanan di dalam silinder akan mendorong jarum pada alat ukur, menunjukkan nilai kompresi maksimum yang tercapai.

Compression tester screw-in type
Compression tester standar (screw-in type) dengan berbagai adaptor untuk berbagai ukuran busi.

Kelebihan:

  • Harga relatif terjangkau.
  • Mudah digunakan.
  • Tersedia adaptor untuk berbagai jenis dan ukuran busi.

Kekurangan:

  • Membutuhkan sedikit waktu untuk memasang dan melepas adaptor.
  • Kurang praktis untuk menguji banyak silinder secara berurutan.

2. Leak Down Tester

Leak down tester sebenarnya bukan murni compression tester, tetapi alat ini memberikan informasi yang lebih detail tentang penyebab kebocoran kompresi. Alat ini bekerja dengan memasukkan udara bertekanan ke dalam silinder yang berada pada posisi Titik Mati Atas (TMA) kompresi. Kemudian, kita dapat mendengarkan dari mana asal kebocoran tersebut (misalnya, dari knalpot jika klep buang bocor, dari intake jika klep hisap bocor, atau dari crankcase jika ring piston aus).

Leak down tester
Leak down tester digunakan untuk mengidentifikasi sumber kebocoran kompresi.

Kelebihan:

  • Memberikan informasi lebih detail tentang sumber kebocoran.
  • Dapat mendeteksi kebocoran yang sangat kecil sekalipun.

Kekurangan:

  • Lebih mahal dari compression tester standar.
  • Membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang mesin.

Langkah-langkah Penggunaan Compression Tester (Tipe Standar)

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam menggunakan compression tester standar:

  1. Pastikan mesin dalam kondisi hangat (suhu kerja normal).
  2. Matikan sistem pengapian (cabut kabel koil atau sekring pompa bensin) agar mesin tidak menyala saat diengkol.
  3. Lepaskan semua busi dari silinder.
  4. Pasang adaptor compression tester yang sesuai ke lubang busi silinder pertama. Pastikan terpasang dengan rapat.
  5. Engkol mesin selama beberapa detik (sekitar 5-7 putaran) hingga jarum pada compression tester berhenti bergerak.
  6. Catat angka yang tertera pada alat ukur.
  7. Ulangi langkah 4-6 untuk setiap silinder.
Diagram pengujian kompresi mesin
Ilustrasi langkah-langkah pengujian kompresi mesin.

Penting diperhatikan: Selalu gunakan kacamata pengaman saat melakukan tes kompresi, karena ada potensi percikan bahan bakar dari silinder.

Interpretasi Hasil Tes Kompresi

Setelah mendapatkan data tekanan kompresi dari setiap silinder, bandingkan dengan spesifikasi yang diberikan oleh pabrikan kendaraan. Secara umum:

  • Tekanan kompresi yang baik: Biasanya berada di atas 100 PSI (Pound per Square Inch) dan relatif seragam antar silinder (perbedaan tidak lebih dari 10-15%%).
  • Tekanan kompresi rendah: Menunjukkan adanya kebocoran pada silinder tersebut.
  • Tekanan kompresi nol: Kemungkinan ada kerusakan parah pada katup atau piston.

Setelah Tahu Jenis dan Cara Pakainya, Langkah Selanjutnya Apa?

Setelah memahami jenis compression tester dan bagaimana cara menggunakannya, apakah Anda siap untuk mendiagnosis masalah mesin kendaraan Anda sendiri? Jika Anda merasa kurang yakin, sebaiknya konsultasikan dengan mekanik profesional untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan terpercaya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow