Impor Pakaian Bekas Diawasi Ketat Lewat Laporan Surveyor

Smallest Font
Largest Font

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan pengawasan ketat terhadap impor pakaian bekas cacah atau worn clothing dari Amerika Serikat (AS) melalui pengetatan mekanisme Laporan Surveyor (LS).

Budi menjelaskan bahwa LS menjadi bentuk pengawasan berlapis guna memastikan barang yang masuk adalah bahan baku industri dan telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, dokumen dan laporan dari surveyor harus dipenuhi sebelum proses impor dilakukan sebagai persyaratan utama.

"Kan sebelum impor ini kan ada LS-nya. Jadi dipastikan barangnya memang barang untuk bahan baku industri. Ya, jadi ada-ada laporan supervisor. Persyaratannya kan," ujarnya.

Mekanisme LS juga berfungsi mencegah potensi penyalahgunaan oleh importir yang tidak bertanggung jawab, seperti memasukkan barang yang tidak sesuai dengan perizinan atau peruntukannya.

Budi memastikan bahwa sistem pengawasan selama ini berjalan dengan baik dan menjadi standar dalam proses impor bahan baku industri, termasuk pakaian cacah bekas. Pemerintah meyakini proses impor tetap terkendali dan sesuai aturan dengan adanya LS sebelum barang masuk ke dalam negeri.

"Jadi dipastikan tidak ada masalah. Karena sebelum ke sini ada LS yang selama ini ada," ucapnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow