IHSG Diprediksi Koreksi pada 25 Februari, Sektor Energi Tertekan
Setelah ditutup melemah 1,37 persen pada level 8.280,8, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan koreksinya pada perdagangan 25 Februari. Sektor energi menjadi sektor yang mengalami koreksi terbesar, sementara sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penguatan.
Pelemahan IHSG juga diikuti oleh nilai tukar rupiah di pasar spot yang ditutup pada level Rp16.829 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini terjadi seiring dengan koreksi mayoritas mata uang Asia akibat penguatan dolar AS.
Dollar AS menguat karena ketidakpastian mengenai kebijakan tarif AS dan prospek suku bunga AS yang masih relatif ketat. Hal ini menyebabkan harga emas terkoreksi dari level tertinggi selama tiga pekan terakhir dan juga akibat aksi ambil untung (profit taking).
Secara teknikal, momentum penguatan histogram MACD IHSG mulai melemah dan terjadi pembentukan Death Cross Stochastic RSI di area overbought. IHSG kembali ditutup di bawah level MA5 di sekitar 8.306.
Phintraco Sekuritas memperkirakan koreksi IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level support di 8.200-8.250.
Bank sentral China mempertahankan suku bunga pinjaman tetap selama sembilan bulan berturut-turut di Februari 2026. Loan Prime Rate 1Y sebesar 3 persen dan Loan Prime Rate 5Y di level 3,5 persen pada Selasa 24 Februari.
Investor di Eropa akan mencermati GfK Consumer Confidence Jerman bulan Maret 2026 yang diperkirakan di level -23,8 dari -24,1. Inflasi Euro Area bulan Januari 2026 diperkirakan melambat menjadi 1,7 persen YoY dari 2 persen YoY.
Saham-saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas hari ini adalah BMRI, ADHI, PTPP, BRIS dan TLKM.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow