Hutama Karya Fungsionalkan Tol Palembang-Betung Saat Lebaran 2026
PT Hutama Karya (Persero) berencana membuka Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Ruas tol yang menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ini meliputi Seksi 1 (Palembang–Rengas) dan Seksi 2 (Rengas–Pangkalan Balai) dengan total panjang 54,5 kilometer.
Tol ini dilengkapi dua Gerbang Tol (GT), yaitu GT Rengas dan GT Pangkalan Balai. Selain itu, terdapat Jembatan Musi V sepanjang 1.684 meter sebagai bagian dari struktur utama.
Pada Jumat, 27 Februari, Hutama Karya bersama Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) telah melakukan peninjauan untuk mengecek kesiapan layanan dan keselamatan jalur tol fungsional ini.
Peninjauan tersebut melibatkan Sekretaris Jenderal ATI Kris Ade, Ketua Dewan Pengawas ATI Adhi Resza, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan, EVP Divisi Operasi & Pemeliharaan Jalan Tol Dwi Aryono Bayuaji, serta Project Director Palembang–Betung Struktur Dinny Suryakencana.
Iwan Hermawan menjelaskan bahwa peninjauan ini bertujuan memastikan standar pelayanan terukur, terutama pada aspek keselamatan pengguna jalan dan kesiapan operasional di titik-titik krusial.
"Pengecekan ini memastikan elemen layanan di lapangan, mulai dari kesiapan jalur, perangkat keselamatan hingga fasilitas pendukung di rest area dan gerbang tol berjalan selaras dengan standar operasional," kata Iwan seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 2 Maret.
Evaluasi lapangan akan ditindaklanjuti dengan penguatan kesiapsiagaan personel, penyempurnaan perangkat keselamatan, dan peningkatan kualitas fasilitas di titik-titik strategis.
Hutama Karya berharap jalur tol fungsional Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dengan mengutamakan keselamatan.
Kris Ade dari ATI menambahkan, peninjauan bersama ini penting untuk memastikan konsistensi standar layanan dan keselamatan sekaligus menjaga kualitas informasi perjalanan bagi pengguna jalan.
"Kesiapan operasional perlu ditopang kedisiplinan penerapan standar, kesiapsiagaan personel serta kejelasan informasi di titik-titik layanan agar pengguna jalan merasa aman dan terbantu," jelasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow