Mitos atau Fakta? Gondongan Bisa Menyerang Dua Kali
Banyak yang percaya bahwa penyakit gondongan hanya bisa dialami sekali seumur hidup. Namun, apakah anggapan ini sepenuhnya benar? Tim redaksi kami menelusuri fakta medis di balik penyakit gondongan dan kemungkinan terjadinya infeksi berulang.
Gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus paramyxovirus. Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan kelenjar parotis, yaitu kelenjar air liur yang terletak di dekat telinga. Selain pembengkakan, gejala lain yang mungkin timbul meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

Bisakah Gondongan Terjadi Dua Kali?
Secara umum, seseorang yang pernah terinfeksi virus gondongan dan sembuh akan memiliki kekebalan seumur hidup terhadap penyakit tersebut. Hal ini dikarenakan tubuh telah membentuk antibodi yang spesifik untuk melawan virus gondongan. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang mungkin bisa mengalami gondongan lebih dari sekali. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal ini adalah:
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu, seperti penderita HIV/AIDS atau penerima transplantasi organ, mungkin tidak dapat membentuk kekebalan yang kuat setelah infeksi gondongan pertama.
- Infeksi virus gondongan yang berbeda: Meskipun jarang, terdapat beberapa jenis (strain) virus gondongan. Jika seseorang terinfeksi dengan strain yang berbeda dari yang pernah dialaminya sebelumnya, ia mungkin rentan terhadap infeksi ulang.
- Kesalahan diagnosis: Gejala gondongan bisa mirip dengan penyakit lain yang menyebabkan pembengkakan kelenjar air liur, seperti infeksi bakteri atau batu saluran air liur. Dalam beberapa kasus, diagnosis gondongan yang diberikan mungkin tidak tepat, sehingga orang tersebut sebenarnya mengalami penyakit yang berbeda.
Bagaimana Mencegah Gondongan?
Cara terbaik untuk mencegah gondongan adalah dengan mendapatkan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella). Vaksin ini sangat efektif dalam melindungi tubuh dari infeksi virus gondongan, campak, dan rubella. Vaksin MMR biasanya diberikan dalam dua dosis, yaitu pada usia 12-15 bulan dan pada usia 4-6 tahun. Penting diperhatikan, vaksin ini sangat dianjurkan terutama jika anda berencana mengunjungi daerah endemis gondongan.

Komplikasi Gondongan yang Perlu Diwaspadai
Meskipun umumnya tidak berbahaya, gondongan dapat menyebabkan komplikasi serius pada beberapa orang, terutama pada pria dewasa. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:
- Orkitis: Peradangan pada testis yang dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan. Dalam kasus yang jarang terjadi, orkitis dapat menyebabkan infertilitas.
- Ovaritis: Peradangan pada ovarium yang dapat menyebabkan nyeri perut bagian bawah.
- Meningitis: Peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang.
- Ensefalitis: Peradangan pada otak.
- Pankreatitis: Peradangan pada pankreas.
- Kehilangan pendengaran permanen: Meskipun jarang, gondongan dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda atau anak Anda mengalami gejala gondongan, terutama jika disertai dengan:
- Demam tinggi
- Sakit kepala parah
- Kaku leher
- Kejang
- Nyeri testis atau perut bagian bawah yang parah
- Kesulitan bernapas
Gondongan Menyerang Dua Kali: Perlukah Khawatir Berlebihan?
Meskipun mungkin terjadi, infeksi gondongan berulang sangat jarang terjadi. Jika Anda telah mendapatkan vaksin MMR atau pernah menderita gondongan sebelumnya, kemungkinan Anda terinfeksi lagi sangat kecil. Namun, penting untuk tetap waspada dan berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan. Vaksinasi tetap menjadi perlindungan terbaik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow