Game dengan Akhir Cerita Paling Mengecewakan
Ending atau akhir cerita memegang peranan penting dalam sebuah game. Pemain yang telah menghabiskan banyak waktu untuk bermain, tentu berharap mendapatkan penutup yang memuaskan. Sayangnya, beberapa game justru memberikan ending yang mengecewakan.
Ending yang menggantung, dipaksakan, atau mengkhianati cerita yang sudah dibangun, tentu akan membuat pemain merasa kecewa. Berikut ini adalah daftar game dengan ending terburuk:
Alan Wake adalah game horor psikologis yang dikenal dengan atmosfer mencekam dan cerita yang kuat. Pemain mengikuti perjalanan Alan dalam usahanya menyelamatkan istrinya. Namun, ending game ini dinilai pahit karena Alan mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Alice, dan terjebak selamanya di dasar danau.
Istrinya kembali ke dunia nyata tanpa mengetahui pengorbanan Alan. Banyak pemain merasa tidak adil dengan akhir cerita yang muram ini.
2. Ghosts ’N Goblins
Game klasik Ghosts 'N Goblins terkenal dengan tingkat kesulitan tinggi. Pemain harus berjuang keras untuk menyelamatkan Princess Prin Prin. Setelah berhasil mengalahkan bos terakhir, pemain justru mendapati bahwa semua yang terjadi hanyalah mimpi.
Pemain kemudian dipaksa mengulang permainan dari awal dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Hal ini membuat pemain merasa frustrasi setelah perjuangan panjang mereka.
3. Enslaved: Odyssey to the West
Dari segi gameplay, Enslaved: Odyssey to the West tergolong solid dengan dunia post-apocalyptic yang menarik. Namun, ending-nya dikritik karena dianggap tidak orisinal. Musuh sebenarnya "menyelamatkan" manusia dengan menghubungkan mereka ke dunia virtual.
Konsep ini dinilai terlalu mirip dengan film The Matrix, sehingga twist yang seharusnya mengejutkan justru terasa basi.
4. Far Cry 2
Far Cry 2 menawarkan dunia konflik Afrika yang kelam. Pemain tidak pernah benar-benar mengalahkan The Jackal. Sebaliknya, pemain dipaksa memilih cara mati, entah dengan menghentikan militer atau menyelamatkan pengungsi sebelum mengakhiri hidup sendiri.
Apapun pilihannya, karakter utama tetap meninggal. Ending ini dinilai terlalu nihilistik dan menghilangkan rasa pencapaian.
5. Tom Clancy’s Rainbow Six: Vegas 2
Sebagai game taktis, Rainbow Six: Vegas 2 dinilai solid dari segi gameplay. Namun, ending-nya terasa antiklimaks. Setelah mengalahkan Gabriel Nowak, cerita berhenti begitu saja.
Tidak ada penjelasan tentang dalang di balik semua kekacauan. Layar hanya menampilkan pesan bahwa semuanya belum berakhir, sehingga terasa seperti promosi sekuel.
6. Fallout 3
Fallout 3 berhasil membangun dunia Wasteland yang luas dan penuh pilihan. Namun, semua kebebasan itu runtuh di ending. Apapun keputusan yang diambil, hasil akhirnya tetap sama: ledakan besar dan cerita selesai.
Pemain juga tidak bisa melanjutkan eksplorasi atau menyelesaikan side quest yang tersisa.
7. Crysis
Setelah bertarung melawan alien dengan teknologi futuristik, pemain berharap mendapatkan penutup epik. Namun, Crysis justru berakhir dengan informasi bahwa masih ada alien lain yang datang.
Tidak ada resolusi yang jelas, sehingga cerita berhenti begitu saja dan membuat ending terasa tidak memuaskan.
8. Borderlands
Sepanjang permainan Borderlands, pemain dibuat penasaran tentang Vault legendaris. Semua misi dan konflik mengarah ke sana. Namun, saat Vault akhirnya ditemukan, isinya justru nihil.
Setelah mengalahkan monster penjaga, Vault ditutup kembali selama 200 tahun tanpa penjelasan apa pun. Seluruh pencarian terasa sia-sia.
9. Batman: Arkham Asylum
Batman: Arkham Asylum dinilai hampir sempurna hingga detik terakhir. Namun, keputusan menjadikan Joker sebagai monster hijau raksasa akibat Titan Formula terasa aneh dan tidak masuk akal.
Alih-alih duel psikologis cerdas, pemain justru disuguhi pertarungan bos generik. Ending ini dinilai tidak sejalan dengan tone cerita.
10. Mass Effect 3
Sepanjang trilogi Mass Effect, pemain diyakinkan bahwa setiap pilihan punya dampak. Namun di Mass Effect 3, semua itu runtuh. Ending hanya menyajikan tiga pilihan warna berbeda dengan hasil yang nyaris sama.
Keputusan besar dari game sebelumnya terasa tidak relevan, sehingga banyak pemain merasa dibohongi.
Ending adalah titik penentu dalam pengalaman bermain game. Penutup yang mengecewakan bisa meruntuhkan segalanya. Sebuah pelajaran penting bagi developer: perjalanan hebat butuh akhir yang sepadan.
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Apakah ending buruk membuat game jadi jelek? | Tidak selalu, tapi bisa merusak kesan keseluruhan. |
| Kenapa banyak game punya ending menggantung? | Biasanya untuk membuka peluang sekuel. |
| Ending sedih selalu buruk? | Tidak, jika dieksekusi dengan tepat dan masuk akal. |
| Apakah ending Mass Effect 3 pernah diperbaiki? | Ada Extended Cut, tapi tetap menuai pro dan kontra. |
| Ending mana yang paling bikin marah pemain? | Mass Effect 3 sering disebut sebagai yang paling kontroversial. |
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow