ESDM Koordinasi dengan PLN Jaga Pasokan Batu Bara
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk menjaga ketersediaan pasokan batu bara sebagai energi primer pembangkit listrik.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa koordinasi ini dilakukan untuk merespons keluhan dari asosiasi produsen listrik mengenai kekurangan stok batu bara.
“Minggu lalu untuk ketersediaan energi primer terutama batu bara ini kan kami juga sudah berkoordinasi juga dengan PLN,” ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (27 Februari).
Lebih lanjut, pemerintah telah meminta PLN untuk memberikan daftar pembangkit listrik yang memerlukan pasokan batu bara mendesak. Tujuannya, agar pengiriman batu bara bisa diprioritaskan bagi pembangkit-pembangkit tersebut.
Yuliot menambahkan, aturan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 30 persen yang mewajibkan produsen batu bara untuk menyisihkan produksinya seharusnya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Kan sudah saya sampaikan bahwa untuk DMO itu kan sekitar 30 persen dari ini total produksi digunakan untuk keperluan pembangkit di dalam negeri. Jadi secara kebutuhan itu seharusnya mencukupi,” kata dia.
Menurut Yuliot, tantangan utama terletak pada distribusi batu bara dari lokasi tambang ke pembangkit. Keterlambatan dalam pengiriman dapat berdampak pada cadangan energi primer di beberapa pembangkit.
Ia mencontohkan, beberapa pembangkit memiliki batas minimal cadangan energi primer sekitar 20 hari operasi. Jika cadangan turun di bawah angka itu, sistem pemesanan dan pengiriman batu bara harus segera diaktifkan.
“Jadi kalau sudah berkurang dari 20 hari bagaimana sistem order ini disampaikan dan juga berdasarkan RKAB yang ada itu juga nanti akan dilihat dan dalam ini proses pengadaan itu jangan sampai itu terjadi keterlambatan,” jelas Yuliot.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menurut Yuliot, memberikan perhatian khusus agar pasokan energi primer untuk pembangkit listrik domestik tidak terganggu.
“Energi primer kan bukan hanya batu bara tetapi juga yang terkait dengan ketersediaan LNG bagi pembangkit dan juga yang disalurkan melalui gas pipa itu juga menjadi prioritas kita,” tandas Yuliot.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow