Erdogan Bela Kegiatan Ramadan di Sekolah Turki 2026
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mempertahankan kebijakan pemerintahannya terkait penyelenggaraan kegiatan Ramadan 2026 di sekolah-sekolah. Kebijakan ini sebelumnya dikritik oleh oposisi karena dianggap melanggar prinsip sekuler Turki.
Erdogan menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah "benar, tepat, sah, dan ... sebuah layanan yang sangat bermanfaat yang mencerminkan sentimen bangsa kita," ujarnya di hadapan anggota parlemen dari partai AKP pada Rabu, 25 Februari.
Kementerian Pendidikan Turki, di bawah kepemimpinan Yusuf Tekin, mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan sekolah-sekolah di seluruh Turki, mulai dari tingkat prasekolah hingga menengah atas, untuk mengadakan kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kebijakan ini menuai kritik dari berbagai pihak yang menilai bahwa pemerintah berupaya mengislamkan sistem pendidikan dan mengikis pemisahan antara agama dan negara, sehingga membuka celah di negara yang secara konstitusional sekuler.
Menurut Erdogan, partisipasi dalam program diskusi dan buka puasa bersama yang bertujuan memperkuat kerja sama antara sekolah dan keluarga ini bersifat sukarela.
Kebijakan Kementerian Pendidikan Turki ini memicu petisi protes yang telah ditandatangani oleh lebih dari 42.000 orang. Petisi online tersebut juga didukung oleh lebih dari 160 tokoh terkemuka, termasuk penulis Ayse Kulin dan aktris Mujde Ar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow