Deimos God of War: Adik Kratos, Putra Zeus dan Kisah Tragisnya

Smallest Font
Largest Font

Siapa sebenarnya Deimos dalam God of War? Walaupun tidak sepopuler Kratos, pengaruhnya dalam cerita sangat signifikan. Deimos bukan hanya sekadar karakter sampingan, tetapi juga luka lama bagi sang Ghost of Sparta.

Berikut adalah tujuh fakta penting tentang Deimos yang mengungkap latar belakangnya, hubungannya dengan Kratos, serta keterkaitannya dengan Ares.

1. Deimos adalah Adik Kandung Kratos

Deimos adalah anak dari Zeus dan Callisto, serta adik dari Kratos. Mereka tumbuh besar di Sparta, menjalani pelatihan keras sebagai prajurit.

Kratos selalu menanamkan prinsip pada adiknya: seorang Spartan pantang menyerah di medan perang. Ikatan mereka sangat kuat, lebih dari sekadar saudara, mereka adalah rekan latihan, sahabat, dan memiliki impian yang sama untuk menjadi prajurit terhebat.

2. Tanda Lahir yang Mengundang Bencana

Deimos memiliki tanda lahir yang unik sejak lahir. Tanda inilah yang membuat para dewa Olympus khawatir.

Sebuah ramalan menyebutkan Olympus akan dihancurkan oleh sosok bernama The Marked Warrior. Karena tanda tersebut, para dewa keliru mengira Deimos adalah ancaman.

3. Diculik oleh Ares dan Athena

Ares dan Athena menculik Deimos di Sparta. Mereka menghancurkan kota dengan pasukan Centaur untuk menemukan anak yang dianggap sebagai ancaman.

Kratos mencoba menghentikan Ares, menyerang sang Dewa Perang demi menyelamatkan adiknya, namun ia dikalahkan dan mendapatkan bekas luka di wajahnya.

Ironisnya, para dewa salah sasaran. Ramalan itu sebenarnya tentang Kratos. Kesalahan ini menjadi awal tragedi yang menghancurkan Olympus.

4. Disiksa Bertahun-tahun oleh Thanatos

Setelah diculik, Deimos dibawa ke Domain of Death dan diserahkan kepada Thanatos, Dewa Kematian. Di sana, ia disiksa secara fisik dan mental selama bertahun-tahun.

Awalnya, Deimos percaya Kratos akan datang menyelamatkannya. Namun, waktu mengubah keyakinannya menjadi kebencian. Ia menganggap Kratos telah gagal menepati janji.

Siksaan itulah yang membentuk Deimos menjadi pribadi yang keras dan penuh amarah.

5. Pertemuan Kembali yang Penuh Dendam

Dalam God of War: Ghost of Sparta, Kratos akhirnya menemukan Deimos di Kuil Thanatos. Namun, ia justru menerima serangan.

Deimos menyerang Kratos tanpa ragu, menganggapnya sebagai simbol pengkhianatan. Konflik ini menjadi momen emosional penting dalam seri ini.

Untuk pertama kalinya, Kratos terlihat bukan hanya sebagai pembantai dewa, tetapi sebagai kakak yang menyesal dan ingin menebus kesalahan. Pada akhirnya, mereka berdamai dan bersama-sama melawan Thanatos.

6. Kematian Deimos Mengubah Segalanya

Pertarungan melawan Thanatos berakhir tragis. Deimos terbunuh secara brutal oleh Dewa Kematian.

Kratos menyaksikan kematian adiknya. Kematian itu menjadi titik patah terakhir dan memicu amarah Kratos. Ia membunuh Thanatos sebagai balas dendam.

Kematian Deimos menjadi bahan bakar kebencian Kratos terhadap para dewa Olympus. Sumpahnya untuk membunuh para dewa bukan lagi soal ambisi, melainkan soal keluarga.

Ramalan The Marked Warrior pun terjadi. Bukan Deimos yang menghancurkan Olympus, melainkan Kratos.

7. Deimos dalam Mitologi Yunani dan Dampaknya di Ragnarök

Dalam mitologi Yunani, Deimos adalah personifikasi ketakutan dan putra Ares serta Aphrodite. Namun, dalam God of War, kisahnya ditulis ulang menjadi lebih personal dan tragis.

Namanya kembali disebut dalam God of War Ragnarök. Kratos menceritakan kisah Deimos kepada Freya sebagai refleksi penyesalan dan kehilangan. Ia merasa tidak layak menerima maaf dari adiknya.

Deimos bukan lagi sekadar karakter masa lalu, melainkan bayangan yang terus mengikuti Kratos, pengingat bahwa di balik dewa yang membantai Olympus, ada seorang kakak yang gagal menyelamatkan saudaranya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed