Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Akibat Serangan Iran
Daniil Medvedev, mantan petenis nomor satu dunia, bersama keluarganya dan beberapa petenis lainnya, saat ini berada di Dubai karena imbas serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir pekan lalu. Situasi ini menyebabkan gangguan pada transportasi udara.
Medvedev mengungkapkan bahwa belum ada kepastian mengenai kapan mereka dapat meninggalkan Uni Emirat Arab (UEA) di tengah situasi yang memanas. Ketidakpastian ini menimbulkan kekhawatiran terkait kelanjutan perjalanan mereka.
"Tidak ada yang tahu kapan kami bisa terbang keluar. Belum jelas apakah ini akan berlangsung lama atau tidak. Kami hanya menunggu untuk melihat apa yang terjadi dalam beberapa jam atau hari mendatang," ujarnya kepada Bolshe Tennis, seperti dikutip Reuters.
Medvedev berada di Dubai untuk mengikuti Dubai Championship 2026. Dalam ajang tersebut, ia meraih gelar juara setelah lawannya, Tallon Griekspoor, mengundurkan diri karena cedera.
Serangan AS dan Israel terjadi bersamaan dengan keberhasilan Medvedev meraih gelar juara ATP ke-23. Pembatalan penerbangan yang terjadi setelahnya menyebabkan banyak orang, termasuk para atlet, terjebak di wilayah tersebut.
Medvedev mengatakan, "Bagi saya, semuanya baik-baik saja. Tentu saja saya menerima banyak pesan dari teman dan keluarga. Semua orang khawatir, tetapi saya bisa mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja."
Awalnya, Medvedev dijadwalkan untuk bermain di Indian Wells, California, Amerika Serikat, dan berpartisipasi dalam pertandingan ekshibisi ganda campuran Piala Eisenhower pada Selasa, 3 Maret 2026. Akan tetapi, dengan situasi saat ini, keikutsertaannya menjadi tidak pasti. Turnamen Indian Wells sendiri akan berlangsung pada 4–15 Maret 2026.
Selain Medvedev, beberapa petenis lain yang juga terjebak di Dubai termasuk Andrey Rublev, Harri Heliovaara (Finlandia), Mate Pavic (Kroasia), Henry Patten (Britania Raya), dan Marcelo Arevalo (El Salvador).
Felix Auger-Aliassime dari Kanada, yang mencapai babak semifinal di Dubai, berhasil meninggalkan kota tersebut dengan salah satu penerbangan terakhir pada Sabtu, 28 Februari 2026, sebelum serangan terjadi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow