Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Dunia Naik

Smallest Font
Largest Font

Kenaikan harga minyak dunia menjadi perhatian setelah eskalasi konflik di Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat ke Iran. Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi.

Data Trading Economics menunjukkan harga minyak mentah Brent mencapai 78,9 dolar AS per barel, naik 7,17 persen. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 6,95 persen menjadi 71,67 dolar AS per barel.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa konflik ini berpotensi mengganggu pasokan minyak global dan jalur distribusi energi, terutama di Selat Hormuz dan Laut Merah.

Airlangga menuturkan, "Ya pertama tentu kalau Iran udah pasti yang terganggu adalah supply minyak, dan supply minyak itu karena selat hormus kan terganggu, belum juga red sea. Jadi kita lihat berapa jauh pertempuran ini akan terus berlangsung."

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga ketahanan energi nasional, termasuk menjalin kerja sama pasokan minyak dari luar Timur Tengah.

PT Pertamina (Persero) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perusahaan energi asal Amerika Serikat, seperti Chevron dan Exxon, serta mitra lainnya, menurut Airlangga.

Pemerintah terus memantau sumber pasokan minyak yang tersedia, termasuk kemungkinan impor dari Rusia, sesuai kebutuhan nasional.

Airlangga menjelaskan, "(Ambil minyak dari Rusia?) Ya tentu kita monitor mana yang tersedia dan mana yang bisa diimport."

Dampak geopolitik di Timur Tengah tidak hanya dirasakan pada pasokan energi, tetapi juga pada sektor transportasi logistik dan pariwisata.

Airlangga menambahkan, "Ya pertama yang terganggu kan pasti supply minyak, yang kedua transportasi logistik dan yang ketiga tentunya kita melihat turisme akan sangat terganggu."

Kinerja ekspor Indonesia juga berpotensi terdampak, tergantung pada durasi dan eskalasi konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut.

"Ya kalau negara tergantung juga berapa lama. Balik lagi kita monitor aja bahwa perang ini lama atau perang 12 hari atau perang berapa jauh," jelasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed